Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Anwar Ibrahim Telepon Prabowo Bahas Pengumuman Tarif Bea Masuk Donald Trump

badge-check


					Perdana Mentri Malaysia , Anwar Ibrahim menelepon Presiden Prabowo Subianto, bahas pengenaan tarif beas masuk Amerika, Sabtu 5 April 2025. 
Instagram@zonautara_com Perbesar

Perdana Mentri Malaysia , Anwar Ibrahim menelepon Presiden Prabowo Subianto, bahas pengenaan tarif beas masuk Amerika, Sabtu 5 April 2025. Instagram@zonautara_com

Penulis: Jacobus R. lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KUALALUMPUR- Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, melakukan telewicara dengan sejumlah pemimpin ASEAN, termasuk Presiden Indonesia Prabowo Subianto, untuk membahas kebijakan tarif dagang baru yang diterapkan Presiden AS Donald Trump.

Telepon antara Anwar Ibrahim dan Prabowo Subianto dilakukan pada hari Sabtu, 5 April 2025. Anwar menyampaikan bahwa perbincangan tersebut membahas tarif impor baru yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump, dan melibatkan pemimpin negara ASEAN lainnya seperti Filipina, Brunei, dan Singapura

Kebijakan tersebut mencakup tarif minimal 10% terhadap semua impor dan tarif lebih tinggi untuk beberapa negara ASEAN, seperti Indonesia (32%) dan Malaysia (24%).

Dalam diskusi tersebut, Anwar dan Prabowo bertukar pandangan mengenai respons kolektif ASEAN terhadap kebijakan ini. Sebagai Ketua ASEAN tahun 2025, Anwar menekankan pentingnya konsensus antarnegara anggota untuk menjaga prinsip keadilan dalam perdagangan internasional. Ia juga menyoroti perlunya pendekatan diplomatik dan kolaborasi regional untuk menghadapi tantangan ini.

Malaysia dan Indonesia sepakat untuk memanfaatkan kerangka kerja seperti Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) guna memperkuat posisi ASEAN dalam negosiasi dengan AS.

Kedua negara juga berkomitmen menjaga hubungan perdagangan yang konstruktif dengan AS meskipun menghadapi tantangan tarif yang signifikan.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, melakukan telewicara dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan pemimpin negara ASEAN lainnya untuk membahas kebijakan tarif dagang baru yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Dalam pembicaraan tersebut, Anwar menekankan perlunya koordinasi dan respons bersama dari negara-negara ASEAN terhadap tarif yang dikenakan oleh AS, yang dapat berdampak signifikan pada ekonomi kawasan.

Anwar menyatakan bahwa sebagai Ketua ASEAN, Malaysia ingin mencapai konsensus di antara negara anggota mengenai prinsip-prinsip keadilan dalam negosiasi perdagangan. Ia juga mengungkapkan harapan bahwa pertemuan menteri ekonomi ASEAN yang akan datang dapat membahas solusi terbaik untuk menghadapi tantangan ini.

Kebijakan tarif baru Trump mencakup tarif dasar 10% untuk semua barang impor, dengan tarif yang lebih tinggi untuk negara-negara tertentu, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Indonesia sendiri akan menghadapi tarif sebesar 32%. Diskusi ini juga mencakup pandangan dari pemimpin lain seperti Sultan Brunei dan Presiden Filipina, serta upaya untuk memastikan respons kolektif yang efektif dalam menghadapi kebijakan tersebut. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Saat Diringkus KPK, Gus Arif: Bukan Milik Saya, Uang Ini Milik Menteri Yusron Wahid

16 September 2026 - 09:18 WIB

4 Tersangka OTT BPN Bogor adalah Orang Kepercayaan Menteri Nusron Wahid

16 September 2026 - 06:55 WIB

Update KM Virgo 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 130 Dalam Pencarian

16 September 2026 - 05:11 WIB

Warga Bali Ledo Usung Jenazah Jowa Tana, Demo ke Polres Sumba Barat Polisi Keluarkan Tembakan

15 September 2026 - 22:05 WIB

Konpres KPK OTT di ATR/BTN Bogor: Tetapkan 3 Tersangka, Sita Uang Tunai Rp106,3 Miliar

15 September 2026 - 20:39 WIB

OTT di ATR/BPN Bogor, KPK Sita 20 Koper Berisi Rupiah dan Valas Medsos Sebut Milik Nusron Wahid

15 September 2026 - 19:59 WIB

Golkar Sarang Koruptor, KPK Ringkus Fahd El Fouz Kasus Suap HGB PT Summarecon

15 September 2026 - 19:29 WIB

Hanya 2 dari 27 Merk Beras Fortifikasi Lolos Uji, Kandungan Gizi tidak Sesuai SNI Ditarik dari Pasaran

15 September 2026 - 18:51 WIB

Dihantam Gelombang Laut Bawean, Tugboat BMT 20 Tenggelam 8 Awak Selamat

15 September 2026 - 17:46 WIB

Trending di News