Menu

Mode Gelap

Life Style

Yang Harus Diperhatikan Saat Diet Tinggi Protein, Apa Risiko dan Cara Menerapkannya?

badge-check


					Overhead view of a large group of food with high content of healthy proteins. The composition includes salmon beef fillet, chicken breast, eggs, yogurt, mussels, chick peas, pistachios, cheese, brown lentild, beans, shrimps, canned tuna, pumpkin seeds, soybeans among others. High resolution 42Mp studio digital capture taken with SONY A7rII and Zeiss Batis 40mm F2.0 CF lens Perbesar

Overhead view of a large group of food with high content of healthy proteins. The composition includes salmon beef fillet, chicken breast, eggs, yogurt, mussels, chick peas, pistachios, cheese, brown lentild, beans, shrimps, canned tuna, pumpkin seeds, soybeans among others. High resolution 42Mp studio digital capture taken with SONY A7rII and Zeiss Batis 40mm F2.0 CF lens

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, LONDON– Diet tinggi protein adalah pola makan yang menekankan asupan protein di atas jumlah harian yang biasa direkomendasikan.

Protein adalah nutrisi penting yang berperan dalam membangun dan memperbaiki jaringan otot, organ, tulang, serta menghasilkan hormon dan enzim.

Pola makan ini sering dikaitkan dengan tujuan seperti penurunan berat badan, pembentukan otot, dan peningkatan kebugaran secara umum.

Manfaat Potensial Diet Tinggi Protein

1. Penurunan Berat Badan: Protein dikenal lebih mengenyangkan daripada karbohidrat atau lemak. Meningkatkan asupan protein dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga secara alami mengurangi keinginan untuk ngemil dan mengonsumsi kalori berlebih.

2. Pembangunan dan Pemeliharaan Otot: Protein adalah bahan penyusun otot. Bagi orang yang aktif berolahraga, melakukan angkat beban, atau ingin mencegah kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia (sarkopenia), asupan protein yang cukup sangatlah krusial.

3. Peningkatan Metabolisme: Tubuh membakar lebih banyak kalori untuk mencerna protein dibandingkan dengan makronutrien lain. Ini disebut efek termis makanan (TEF), yang dapat sedikit meningkatkan metabolisme Anda.

4. Pemulihan Pasca-Latihan: Protein membantu memperbaiki serat otot yang rusak selama berolahraga, sehingga mempercepat pemulihan dan mengurangi nyeri otot.

Sumber Protein yang Baik

Penting untuk memilih sumber protein yang berkualitas, seperti

· Hewani: Daging tanpa lemak (ayam, kalkun), ikan (salmon, tuna, kod), telur, dan produk susu (Greek yogurt, keju cottage, susu).

· Nabati: Kacang-kacangan (lentil, buncis, kacang hitam), tahu, tempe, edamame, quinoa, dan biji-bijian.

Risiko dan Hal yang Diperhatikan

1. Pilihan Makanan yang Tidak Tepat: Jika diet tinggi protein berasal dari daging merah berlemak tinggi atau produk olahan, hal ini justru dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

2. Kekurangan Nutrisi: Terlalu fokus pada protein dapat mengabaikan kelompok makanan penting lainnya, seperti serat dari buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh, yang dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit.

3. Masalah Ginjal: Bagi individu yang sudah memiliki masalah ginjal, diet sangat tinggi protein dapat memberatkan kerja organ tersebut. Namun, bagi orang dengan ginjal sehat, bukti yang menunjukkan risikonya masih terbatas.

4. Dehidrasi: Proses metabolisme protein menghasilkan lebih banyak limbah nitrogen yang perlu dikeluarkan melalui urine, sehingga meningkatkan kebutuhan akan air. Penting untuk minum banyak air putih.

Saran untuk Menerapkan Diet Tinggi Protein dengan Sehat

· Prioritaskan Sumber Protein Lean (Rendah Lemak): Pilih dada ayam, ikan, telur, dan polong-polongan.

· Seimbangkan dengan Sayuran: Isi setengah piring Anda dengan sayuran berwarna-warni untuk mendapatkan vitamin, mineral, dan serat.

· Jangan Lupakan Lemak Sehat: Masukkan alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun.
· Hidrasi yang Cukup: Minum air putih dalam jumlah yang banyak sepanjang hari.

· Konsultasi dengan Profesional: Sebelum memulai pola makan apa pun, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.

Kesimpulan

Diet tinggi protein bisa menjadi strategi yang efektif untuk menurunkan berat badan dan membangun otot. Namun, kunci keberhasilannya terletak pada penerapan yang seimbang dan bijak. Pilih sumber protein yang sehat, kombinasikan dengan makanan bergizi lainnya, dan perhatikan sinyal dari tubuh Anda. Ini bukan tentang makan protein secara berlebihan, tetapi tentang menjadikannya bagian penting dari pola makan yang utuh dan bervariasi.

Disclaimer: Artikel ini adalah rangkuman dan terjemahan dari sumber
Sumber: BBC Good Food .bbcgoodfood.com/health/nutrition/spotlight-high-protein-diets

Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan atau ahli gizi untuk nasihat yang dipersonalisasi.*****

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Han So-hee, “Peselingkuh Paling Cantik” Jadi Ikon Akting Korea

12 Februari 2026 - 16:13 WIB

Makna Tersembunyi di Balik Pisang, Ubi, dan Santan Kolak

12 Februari 2026 - 15:59 WIB

Lebih dari Sekadar Pewangi: Manfaat Daun Pandan untuk Hidup Sehat

11 Februari 2026 - 15:13 WIB

Kue Keranjang Bawa Rezeki, Kue Bulan Bawa Kebersamaan

11 Februari 2026 - 14:29 WIB

Nia Ramadhani Buka Suara Soal Isu Cerai dengan Ardi Bakrie

11 Februari 2026 - 13:25 WIB

Pandji Pragiwaksono Jalani Upacara Adat Toraja: Kena Denda Seekor Babi dan 5 Ekor Ayam

11 Februari 2026 - 00:15 WIB

Miss Universe Indonesia 2025 Ungkap Kriteria Kendaraan Idaman

10 Februari 2026 - 18:21 WIB

Sinetron Garapan AI Kini Makin Marak

10 Februari 2026 - 17:06 WIB

Cokelat Tak Boleh Disimpan di Kulkas atau Freezer

10 Februari 2026 - 16:32 WIB

Trending di Life Style