Menu

Mode Gelap

Headline

Waste to Energi, OASA dan China Menang Tender Proyek Olah Sampah Rp 2,65 Triliun

badge-check


					Presiden Prabowo Subianto memerintahkan KLHK, PUPR dan ESDM bantu menyelesaikan proyek pemanfaatan sampah menjadi energi untuk 34 wilayah produsesn sampah besar di Indonesia. Foto: wow.info Perbesar

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan KLHK, PUPR dan ESDM bantu menyelesaikan proyek pemanfaatan sampah menjadi energi untuk 34 wilayah produsesn sampah besar di Indonesia. Foto: wow.info

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Pemerintah melalui PT Danantara Investment Management (Persero) telah memulai proses lelang untuk proyek pengelolaan sampah dengan sistem Waste to Energy (WTE). Tender batch pertama diadakan pada awal November 2025 untuk 7 kota.

Masing-masong Bali, Yogyakarta, Bogor Raya, Tangerang Raya, Bekasi Raya, dan Medan Raya, dengan total proyek WTE yang direncanakan mencapai 33 kota.

Pemenang tender proyek Waste to Energy (WTE) di beberapa daerah Indonesia adalah PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA). Perusahaan ini diberi sinyal kuat sebagai pemenang tender untuk proyek pengelolaan sampah WTE di Tangerang Selatan dan Jakarta Barat.

OASA membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan China Tianying Inc. (CNTY) untuk membangun dan mengoperasikan proyek pengolahan sampah menjadi listrik dengan kapasitas 19,6 MW di Tangerang Selatan, dengan nilai investasi sekitar Rp 2,65 triliun.

Proyek ini juga akan menjual listrik yang dihasilkan ke PT PLN (Persero) dalam skema kerja sama selama 27 tahun. Selain itu, tender WTE secara keseluruhan masih berjalan dengan proses terbuka dan transparan untuk daerah-daerah prioritas lainnya.

Proses lelang ini dilakukan untuk memilih calon mitra dari daftar penyedia terseleksi (DPT) yang mayoritas adalah perusahaan asing, yang nantinya diwajibkan untuk bekerja sama dengan BUMN, BUMD, atau sektor swasta dalam bentuk joint venture atau konsorsium.

Setiap proyek memiliki nilai investasi antara Rp 2,3 hingga 3,2 triliun dan kapasitas pengolahan sampah sekitar 1.000 ton per hari. Program ini merupakan bagian dari transisi energi nasional untuk menghadirkan solusi ramah lingkungan dan meningkatkan kemandirian energi di Indonesia.

Teknologi pengolahan sampah menjadi listrik yang akan digunakan Presiden Prabowo Subianto dalam program pengelolaan sampah di 34 kota besar adalah teknologi Waste to Energy (WTE).

Teknologi WTE ini mengubah sampah, baik sampah organik maupun non-organik, menjadi energi listrik atau panas melalui beberapa proses utama seperti pembakaran (incineration), pirolisis, gasifikasi, dan pencernaan anaerobik (anaerobic digestion).

Proses pembakaran pada suhu tinggi menghasilkan panas yang kemudian digunakan menggerakkan turbin uap untuk menghasilkan listrik.

Selain itu, teknologi ini mampu mengurangi volume sampah secara signifikan dan relatif ramah lingkungan jika dibandingkan pembakaran konvensional.

Ada pula inovasi seperti pembakaran sampah dengan sistem tertutup untuk meminimalkan polusi, serta pemanfaatan limbah pembakaran menjadi biofuel dan produk sampingan lain.

Teknologi ini menjadi solusi efektif untuk mengurangi tumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik di kawasan perkotaan besar.​

Teknologi pengolahan sampah menjadi listrik yang akan digunakan Presiden Prabowo Subianto dalam program pengelolaan sampah di 34 kota besar adalah teknologi Waste to Energy (WTE).

Teknologi WTE ini mengubah sampah, baik sampah organik maupun non-organik, menjadi energi listrik atau panas melalui beberapa proses utama seperti pembakaran (incineration), pirolisis, gasifikasi, dan pencernaan anaerobik (anaerobic digestion).

Proses pembakaran pada suhu tinggi menghasilkan panas yang kemudian digunakan menggerakkan turbin uap untuk menghasilkan listrik. Selain itu, teknologi ini mampu mengurangi volume sampah secara signifikan dan relatif ramah lingkungan jika dibandingkan pembakaran konvensional.

Ada pula inovasi seperti pembakaran sampah dengan sistem tertutup untuk meminimalkan polusi, serta pemanfaatan limbah pembakaran menjadi biofuel dan produk sampingan lain.

Teknologi ini menjadi solusi efektif untuk mengurangi tumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik di kawasan perkotaan besar. **​

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kejati Sita Uang Rp2,3 Miliar Terkait Dugaan Pungutan Liar Dinas ESDM Jatim

17 April 2026 - 17:15 WIB

Membawa Materi Koreksi Rezim, Aktivis GMNI Jombang Unjuk Rasa dan Berdialog dengan Dewan

17 April 2026 - 15:53 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 8): Kejahatan di Jalur Emas

17 April 2026 - 15:31 WIB

Dua Tim KPK Turun ke Pemkab Jombang, Bicara Gratifikasi dan LHKPN

17 April 2026 - 14:48 WIB

Basarnas Telah Temukan Reruntuhan Helikopter di Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:28 WIB

Kades Sampurno Ketawa-ketawa, Dikeroyok 15 Orang dan Dibacok di Rumahnya Pakel Lumajang

16 April 2026 - 21:24 WIB

155 Siswa SD-SMP dan SMA di Anambas Keracunan MBG, Pemkab Langsung Menutup MBG

16 April 2026 - 18:12 WIB

Pembakar Sampah Keputih Mangkrak 25 Tahun, Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

16 April 2026 - 17:34 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan di Plandaan Jombang Dorong PAD untuk Infrastruktur Desa

16 April 2026 - 17:11 WIB

Trending di News