Menu

Mode Gelap

Headline

Wakil Ketua Komisi VII Kunker di Petrokimia Gresik: Siap Menurunkan HET Pupuk 20 Persen

badge-check


					Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menegaskan, Komisi VII memiliki perhatian besar terhadap ketahanan pangan nasional, efisiensi industri, utilisasi kapasitas kritis dan struktur biaya non-energi. Foto: PT Petrokimia Gresik Perbesar

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menegaskan, Komisi VII memiliki perhatian besar terhadap ketahanan pangan nasional, efisiensi industri, utilisasi kapasitas kritis dan struktur biaya non-energi. Foto: PT Petrokimia Gresik

Penulis: Sanny    |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GRESIK– Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia bersama Komisi VII DPR RI bersinergi menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi, sebagai upaya bersama mewujudkan swasembada pangan nasional.

Demikian disampaikan Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Majus Luther Sirait mewakili Direktur Utama, Daconi Khotob usai menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VII di Gresik, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Luther menyampaikan, Pemerintah tahun ini banyak melakukan transformasi pada tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi, termasuk menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20 persen.

Untuk itu Petrokimia Gresik bersama Pupuk Indonesia mendukung optimalisasi penerapan kebijakan tersebut dengan menyiapkan stok pupuk bersubsidi yang cukup sesuai dengan regulasi untuk para petani terdaftar.

“Apalagi saat ini sejumlah daerah memasuki musim hujan, dan petani mulai menanam. Kami sudah menyiapkan stok pupuk bersubsidi yang cukup di gudang-gudang tingkat kabupaten/kota seluruh Indonesia, dan siap ditebus oleh petani,” ujar Luther.

Ia mengatakan, Petrokimia Gresik memiliki kontribusi yang signifikan dalam menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi, khususnya Urea, NPK dan ZA, yang menjadi tulang punggung produktivitas sektor pertanian.

Hingga 20 November 2025, Petrokimia Gresik menyiapkan stok pupuk bersubsidi nasional sebanyak 299.369 ton. Rinciannya pupuk Urea 26.519 ton, NPK Phonska 224.417 ton, pupuk organik 42.938 ton, dan ZA 5.496 ton. Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani selama tiga pekan ke depan.

“Kami berharap petani dapat mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi. Stoknya tersedia dan harganya juga lebih murah per tanggal 22 Oktober lalu. Pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakan yang sangat memudahkan petani dalam rangka mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujar Luther.

Ia menyadari efektivitas distribusi, ketepatan sasaran, dan akuntabilitas di Lini III dan Lini IV sangat menentukan rasa aman petani dan stabilitas harga pangan nasional.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menegaskan, Komisi VII memiliki perhatian besar terhadap ketahanan pangan nasional, efisiensi industri, utilisasi kapasitas kritis dan struktur biaya non-energi.

Komisi VII mengapresiasi kinerja Petrokimia Gresik dan Pupuk Indonesia, dalam menyalurkan pupuk bersubsidi, karena permasalahan dinamika yang biasanya muncul saat ini sudah teratasi. Pemerintah telah menambah alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton di tahun 2025.

“Kelangkaan pupuk yang biasanya ada di daerah-daerah sekarang sudah berkurang karena alokasi dari pupuk bersubsidi ini sudah ditingkatkan,” ujarnya.

Evita berharap Petrokimia Gresik menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi khususnya di masa musim tanam ini. Menurutnya, pupuk merupakan kebutuhan vital dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Sekarang kan lagi musim tanam, itu yang saya ingatkan jangan sampai kekurangan stok di gudang. Harus dipastikan ada, karena pupuk pada musim tanam akan fatal akibatnya bagi petani kita,” tandasnya.

Komisi VII memastikan akan tetap mendorong harga gas untuk industri pupuk sebesar 6,5 Dollar Amerika Serikat per MBBTU di tahun 2026. Ini menjadi salah satu komitmen Komisi VII dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Gas selalu menjadi masalah utama di setiap industri. Kami akan mendorong Petrokimia Gresik mengamankan pasokan gasnya,” tutupnya.

Kinerja Penuhi Target:
Lebih lanjut ia menjelaskan, kunjungan kerja spesifik ini merupakan momentum strategis bagi perusahaan untuk memberikan gambaran langsung mengenai kinerja, tantangan, serta kesiapan Petrokimia Gresik dalam menjalankan mandat ketahanan pangan nasional, penguatan industri pupuk petrokimia dan pengembangan UKM serta ekosistem industri nasional.

Dihadapan Komisi VII, Luther menyampaikan kinerja operasional Petrokimia Gresik hingga Oktober 2025 memenuhi target yang diamanahkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Dimana capaian produksi yang telah dijalankan perusahaan mencapai 6,36 juta ton, baik pupuk maupun nonpupuk atau 115 persen dari RKAP.

“Kami berharap kolaborasi antara Petrokimia Gresik bersama Komisi VII dapat terus ditingkatkan dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai dengan visi Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dalam Asta Cita,” tutup Luther. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Membawa Materi Koreksi Rezim, Aktivis GMNI Jombang Unjuk Rasa dan Berdialog dengan Dewan

17 April 2026 - 15:53 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 8): Kejahatan di Jalur Emas

17 April 2026 - 15:31 WIB

Dua Tim KPK Turun ke Pemkab Jombang, Bicara Gratifikasi dan LHKPN

17 April 2026 - 14:48 WIB

Basarnas Telah Temukan Reruntuhan Helikopter di Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:28 WIB

Kades Sampurno Ketawa-ketawa, Dikeroyok 15 Orang dan Dibacok di Rumahnya Pakel Lumajang

16 April 2026 - 21:24 WIB

155 Siswa SD-SMP dan SMA di Anambas Keracunan MBG, Pemkab Langsung Menutup MBG

16 April 2026 - 18:12 WIB

Pembakar Sampah Keputih Mangkrak 25 Tahun, Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

16 April 2026 - 17:34 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan di Plandaan Jombang Dorong PAD untuk Infrastruktur Desa

16 April 2026 - 17:11 WIB

Pemkab Jombang Salurkan Insentif Rp1 Juta/ Guru TPQ, Sasar 6.500 Pengajar di 1.816 Lembaga

16 April 2026 - 16:42 WIB

Trending di News