Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS COM, JAKARTA-
Aktivis dan mantan juara debat internasional, Salsa Erwina Hutagalung, meluapkan kemarahan terhadap pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. Dalam sebuah video di Instagram pribadinya, Selasa (26/8/2025),.
Salsa menilai ucapan Sahroni yang menyebut pengkritik DPR sebagai “orang tertolol sedunia” sebagai bentuk arogansi pejabat publik.
Salsa menyebut DPR telah gagal menjalankan mandat rakyat di tengah kondisi negara yang sedang defisit. Ia menyoroti besarnya anggaran DPR dalam APBN 2025 yang mencapai Rp9,96 triliun, sementara kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dinilai minim.
“Kalau bicara hasil, mereka semua loyo. Tapi kalau bicara tunjangan, berani ngatain tolol masyarakatnya,” tegas Salsa.
Perempuan yang pernah meraih juara debat Asia Pasifik di Nanyang Technological University itu menantang langsung Sahroni untuk beradu argumentasi di depan publik.
Tema debat yang diajukan adalah soal relevansi tunjangan DPR terhadap kesejahteraan masyarakat. Salsa bahkan menyatakan siap mendukung keberadaan tunjangan DPR bila kalah, namun meminta tunjangan dibatalkan bila Sahroni yang kalah.
Selain itu, Salsa juga mengkritik gaya hidup mewah Sahroni yang kerap dipamerkan di media sosial. Ia menilai sikap tersebut ironis, mengingat anggota DPR masih bergantung pada anggaran dari pajak rakyat.
Salsa pun menyinggung pentingnya belajar dari sejarah, termasuk revolusi Prancis dan reformasi 1998, di mana kekuasaan runtuh akibat kegagalan mensejahterakan rakyat.
“Ahmad Sahroni, jawab tantangan debat dari aku. Kita jalankan di depan juri profesional, bukan teman-temanmu,” ujar Salsa menutup pernyataannya.
Diketahui, sebelumnya Ahmad Sahroni dalam kunjungan kerjanya ke Polda Sumut, Jumat (22/8), menyebut orang yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “mental orang tertolol sedunia” karena dinilai tidak realistis dalam memahami proses pemerintahan.
“Apakah dengan membubarkan DPR emang meyakinkan masyarakat bisa menjalani proses pemerintahan sekarang ini? Belum tentu.” kata Sahroni
“Silakan kritik mau ngapain aja boleh, tapi jangan mencaci maki berlebihan itu karena merusak mental. Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia.” terangnya.***