Penulis: Agung Sedayu | Editor: Gandung Kardiyono
KREDONEWS.COM, YOGYAKARTA – Sebuah video yang menampilkan Rara Istiati Wulandari, atau yang dikenal Mbak Rara pawang hujan, mendadak viral di media sosial.
Dalam rekaman yang diunggah akun FB Acun Hadiwidjojo, Rara terlihat hadir di prosesi sakral Labuhan Keraton Yogyakarta di Pantai Parangkusumo.
Dalam video tersebut Rara tampil dengan kebaya hitam, jarik batik, riasan lengkap, dan sanggul.
Sekilas, menyerupai pakaian resmi para abdi dalem yang bertugas dalam prosesi tersebut.
Namun, suasana menjadi sorotan ketika ia tampak berbincang dengan seorang abdi dalem sambil memegang ponsel, seolah sedang menelpon.
Tak lama, beberapa abdi dalem lain menghampiri, memicu dugaan publik bahwa Rara diusir dari prosesi.
Klarifikasi Keraton
Menanggapi viralnya video itu, GKR Condrokirono, Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura, menegaskan bahwa prosesi Labuhan Parangkusumo pada Senin (19/1/2026) adalah sepenuhnya tugas abdi dalem.
Masyarakat memang boleh hadir, tetapi hanya sebagai penonton dengan menjaga ketertiban.
“Semua pelaksanaan Hajad Dalem kemarin dilakukan oleh Abdi Dalem Keraton Yogyakarta. Jika ada pihak luar ingin terlibat, harus ada izin resmi dari Panitrapura,” jelas Gusti Condro.
Labuhan merupakan bagian dari Tingalan Jumenengan Dalem, peringatan naik tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang tahun ini memasuki 38 tahun.
Upacara ini bermakna “labuh” atau membuang sifat buruk, sebagai doa dan pengharapan untuk keselamatan.
Keraton melabuh berbagai ubarampe sakral, mulai dari songsong gilap (payung) hingga kambil watangan (pelana kuda).
Prosesi ini bukan sekadar tradisi, melainkan simbol spiritual yang mengikat masyarakat dengan doa dan harapan, sekaligus menjaga kelestarian budaya Jawa.**









