Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, PONOROGO– Pada hari Senin, 2 Februari 2026, tim gabungan Polsek Girisubo menemukan handuk warna hijau ada tulisan AKABRI beserta HP, jaket, dan earphone di sekitar tebing Watusigar, Ponorogo (wilayah Girisubo, Gunungkidul).
Barang-barang ini ditemukan 70 meter di bawah tebing medan curam, dikonfirmasi milik AS (30), terduga pembunuh ibunya di Ponorogo, Jawa Timur, oleh keluarganya.
Pencarian AS masih berlangsung melibatkan Satreskrim Ponorogo, Polres Gunungkidul, Polsek Girisubo, tim SAR, dan warga, sejak pukul 10.00-16.00 WIB, meski AS belum ditemukan.
Temuan benda-benda itu merujuk kepada AS, terduga pembunuh ibunnya sendiri, 26-27 Januari 2026.
Di dalam tas punggung AS (berisi sajam, perhiasan, HP, dompet, uang, ATM) ditemukan ditinggalkan di lokasi yang sama, memicu operasi SAR gabungan dengan TNI AL dan Polairud.
Kapolsek Girisubo AKP Agus Supriyanta menyatakan pencarian dimaksimalkan hingga ada temuan pasti, tergantung kondisi cuaca dan lapangan.
Terduga Pembunuh Ibu
AS sebagai terduga pelaku pembunuhan ibunya sendiri, Nuraini (55), warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo.
Nuraini ditemukan tewas pada 25 Januari 2026 dengan luka serius di kepala dan leher akibat benda tumpul serta tajam, pintu rumah terkunci dari luar.
AS (30), anak kandungnya, diduga pelaku setelah pulang merantau tiga bulan sebelumnya dan masih buron.
Tetangga korban curiga setelah Nuraini tak terlihat sejak Minggu siang; dan ternyata setelah dilakukan pintu menemukan jasad korban sudah meninggal dunia. Jasad korban di otopsi RSUD dr. Harjono Ponorogo.
Kronologi
Tahap Pembunuhan (25-26 Januari 2026)
-
Minggu malam, 25 Januari 2026 : AS pulang dari merantau selama 15 tahun di Bali, (sekitar 3 bulan). Ia tinggal serumah bersama ibunya. AS diduga memukul Nuraini menggunakan benda tumpul di kepala (luka robek satu kali pukulan keras) dan luka tajam di leher, menyebabkan kematian. Ini saatnya untuk mengatakan ini adalah akhir dari cerita, ini adalah akhir dari cerita.
-
Senin pagi, 26 Januari 2026 (pk. 05.30 WIB) : Tetangga Prayitno curiga karena lampu rumah menyala hingga pagi, makanan berkat tak disentuh, dan tak ada respon saat dipanggil. Ia mengintip ke seluruh penjuru, menemukan jasad berlumuran darah. Laporan ke polisi; Satreskrim Polres Ponorogo olah TKP, amankan 23 barang bukti (gembok, tisu berdarah, balok kayu, dll.). AS hilang, satu-satunya anak yang tak ada di lokasi.
-
26 Januari 2026 : Otopsi RSUD dr. Harjono Ponorogo konfirmasi pembunuhan sadis (luka kepala benda tumpul + sayatan leher). Konfirmasi keluarga barang milik AS; adiknya mengungkapkan AS pendiam tapi baik, sempat curhat balas dendam 5 hari sebelumnya.
Pelarian AS ke Gunungkidul (26-27 Januari 2026)
-
26 Januari 2026 : AS kabur ke Gunungkidul, meninggalkan tas punggung di Tebing Watusigar, Girisubo (isi: sajam, perhiasan, HP, dompet, uang, ATM). Tas ditemukan warga, picu gejolak “berdoa misterius”.
-
27 Januari 2026 : Polsek Girisubo, Satreskrim Ponorogo, Polres Gunungkidul, tim SAR, TNI AL, Polairud mulai operasi gabungan. Kapolsek AKP Agus Supriyanta konfirmasi tas milik AS.
Penemuan Barang Tambahan (2 Februari 2026)
-
Senin, 2 Februari 2026 (pk. 10.00-16.00 WIB) : Tim menemukan 4 barang AS 70 meter di bawah tebing curam: handuk hijau menggambarkan AKABRI, HP, jaket, earphone. Konfirmasi keluarga milik AS. Pencarian lebih lanjut tapi belum menemukan AS; tergantung cuaca.
Kami dijadwalkan untuk dirilis pada tanggal 3 Februari 2026, dan akan dirilis mulai tanggal 3 Februari 2026.






