Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Terbit 263 HGB dan 17 SHM, Menteri KKP: Tanpa Izin Pagar Laut di Tangerang Tindakan Ilegal

badge-check


					Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono melakukan rapat koordinasi bersama KSAL Laksamana Muhammad Ali membahas penanganan hukum adanya pagar laut sepanjang 30,15 km di kawasan Tangerang. Rabu 22 Januari akan dilakukan penyegelan. Instagram@swtrengono Perbesar

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono melakukan rapat koordinasi bersama KSAL Laksamana Muhammad Ali membahas penanganan hukum adanya pagar laut sepanjang 30,15 km di kawasan Tangerang. Rabu 22 Januari akan dilakukan penyegelan. Instagram@swtrengono

Penulis: Hadi S. Purwanto    |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan  pemagaran laut  di perairan sekitar pagar laut perairan Tangerang, Banten adalah tindakan ilegal.

Ia mengatakan pagar laut itu tak memiliki perizinan resmi. Disebutkan bahwa pembangunan di ruang laut harus mendapatkan izin Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) sesuai amanat Undang-Undang Cipta Kerja.

“Saya perlu sampaikan, kalau di dasar laut itu tidak boleh ada sertifikat. Jadi, (sertifikat yang mencakup wilayah laut) itu sudah jelas ilegal,” kata Trenggono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 20 Januari 2025.

Trenggono menduga pemasangan pagar laut untuk membentuk daratan, sebagai lahan reklamasi. Kecurigaannya ini muncul karena ada sertifikat HGB dan sertifikat hak milik (SHM) yang terbit untuk struktur pagar.

Trenggono mengatakan mengatakan pagar laut dibuat secara terstruktur untuk menahan abrasi. Ia menjelaskan, dari menahan abrasi, dasar laut akan berubah menjadi daratan seiring waktu.

Dugaan Menteri Trenggaono masuk akal, bahwa pemagaran laut itu adalah sebagai upaya untuk melakukan rekalamsi secara senyap di area laut 30,16 km.

Dalam rapat bersama Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, untu melakukan koordinasi dalam menangan ni kasus pagar laut itu. KSAL Menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Tenatar haru membantu negara untuk me nyelesaikan persoalan.

Termasuk membantu terhadap keluhan nelayan, bahwa saat ini mereka kesulitan melautr, karena ada pemagaran di lokasi pantai di kawasan Tangerang.

Terbit HGB dan SHM

Menanggapi misteri pemagara laut ini, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Nusron Wahid, baru-baru ini mengungkapkan informasi terkait pagarut di Tangerang yang memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB).

Dalam konferensi pers yang diadakan pada 20 Januari 2025, Nusron menyatakan bahwa pagar laut tersebut membentang sepanjang 30,16 kilometer dan mencakup263 bidang tanah yang bersertifikat HGB. Rincian pemilik sertifikat tersebut adalah sebagai berikut:

  • PT Intan Agung Makmur: 234 bidang
  • PT Cahaya Inti Sentosa: 20 bidang
  • Perorangan: 9 bidang

Selain itu, terdapat juga 17 bidang yang memiliki Surat Hak Milik (SHM)

Nusron menegaskan bahwa lokasi sertifikat tersebut terdaftar di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, sesuai dengan data dari aplikasi Bhumi.
Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh isu ini dan berkomitmen untuk menyelesaikan masalah secara transparan.
Terkait dengan kepemilikan sertifikat, Nusron membantah bahwa pemiliknya adalah PT Kapuk Niaga Indah, menegaskan bahwa sertifikat tersebut tidak terkait dengan perusahaan tersebut.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa sertifikat HGB di area laut tersebut bersifat ilegal karena wilayah laut merupakan milik umum.
Kementerian ATR/BPN kini sedang melakukan investigasi untuk memastikan keabsahan sertifikat-sertifikat tersebut dan akan berkoordinasi dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk meninjau batas garis pantai.
Jika terbukti bahwa sertifikat dikeluarkan di luar batas yang sah, tindakan tegas akan diambil oleh kementerian. **
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Trending di News