Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Tali Pengikat Rumpon Putus, Karles Rompas 45 Hari Hanyut Bersama Rakitnya di Lautan Pasifik

badge-check


					Setelah selama 45 hari terombang-ambing di lautan dari Manado hingga Papua Utara, penjaga rumpon ditemukan oleh nelayan di pantai Jaya Pura Utara, memasuki kawasan Samudera Pasifik. Foto: nabirenews.com Perbesar

Setelah selama 45 hari terombang-ambing di lautan dari Manado hingga Papua Utara, penjaga rumpon ditemukan oleh nelayan di pantai Jaya Pura Utara, memasuki kawasan Samudera Pasifik. Foto: nabirenews.com

Penulis: Mulawarman   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAYAPURA- Kisah dramatis dialami oleh Karles Rompas, seorang nelayan asal Manado, Sulawesi Utara. Ia berhasil diselamatkan setelah terombang-ambing seorang diri di tengah Samudra Pasifik selama 45 hari

Ia berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat di perairan Jayapura, Papua, dalam kondisi lemas tapi selamat. Saat ditanya mengenai konsumsi makanan selama terombang-ambing, Karles mengungkapkan dirinya bertahan hidup hanya dengan mengandalkan ikan dan beras yang ada di rumpon.​

“Satu bulan dua minggu saya hanya melihat laut. Saya mendayung tanpa tahu arah. Saya tidak tahu apakah besok masih hidup,” kata Karles lirih, saat ditemui di Dok V Kota Jayapura Rabu (17/12/2025), seperti diwartakan nabirenews.com.

Kejadian bermula saat Karles bertugas menjaga rumpon di perairan Manado. Tali pengikat rumpon putus akibat angin kencang dan gelombang besar, sehingga rakitnya terbawa arus hingga 114 mil laut dari Jayapura.​

Selama 45 hari, Karles bertahan dengan stok beras perbekalan dan ikan hasil pancingan. Doa menjadi kekuatan utamanya di tengah keterbatasan makanan dan air.

Nelayan bernama Buhari menemukannya pada 15 Desember 2025 sekitar pukul 06.00 WIT, awalnya mengira rakit itu tumpukan kayu. Karles dievakuasi dan kini istirahat di rumah Buhari sambil menunggu pulang ke Manado.​​

Penemuan terjadi di perairan utara Jayapura, Papua, sekitar 114 mil laut dari Kota Jayapura.​ Ia ditemukan pada Senin, 15 Desember 2025, sore hari.​**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Trending di Nasional