Penulis: Saifudin | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, BANGKALAN- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kamal, Bangkalan, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah ditemukan dua ekor ulat pada satu porsi makanan siswa SMAN 1 Kamal, 27 Oktober 2025.
Merespon adanya laporan itu, Diandra Dieva Pertiwi, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gili Timur, memberikan keterangan terkait temuan ulat pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kamal, Bangkalan pada hari Rabu, 29 Oktober 2025.
Diandra mengakui adanya kelalaian dalam penyajian makanan tersebut, namun menegaskan bahwa ulat ditemukan hanya pada satu ompreng (bungkusan makanan) dan belum sempat dikonsumsi oleh siswa.
Ulat yang ditemukan tersebut adalah jenis Samia Cynthia Ricini, yang secara ilmiah diketahui bisa dikonsumsi dan memiliki kandungan protein tinggi.
Menurutnya, ulat yang ditemukan adalah jenis Samia Cynthia Ricini, yang secara ilmiah diketahui dapat dikonsumsi dan memiliki kandungan protein tinggi.
Ia memastikan bahwa proses pengolahan daun singkong telah mengikuti prosedur standar, termasuk pencucian dan perebusan dua kali pada suhu tinggi.
Kendati demikian, pihak penyelenggara MBG akan menghindari penggunaan daun singkong untuk sementara waktu guna mencegah kejadian serupa. Kepala SMAN 1 Kamal, Moh Zairi, membenarkan bahwa dua ekor ulat ditemukan dalam porsi makanan yang belum sempat dimakan siswa.
Insiden ini memicu reaksi publik setelah foto makanan berisi ulat menyebar di media sosial. Kasus tersebut menambah daftar insiden kualitas makanan MBG di Bangkalan, yang sebelumnya juga dilaporkan mengalami masalah seperti makanan basi di sejumlah kecamatan lain.
Diandra juga menjelaskan bahwa proses pengolahan daun singkong yang digunakan dalam menu tersebut telah melalui prosedur standar, termasuk pencucian, perendaman dengan air garam, pembilasan air mengalir, dan perebusan dua kali pada suhu tinggi.
Meski demikian, penyelenggara MBG akan menghindari penggunaan daun singkong sementara waktu untuk mencegah kejadian serupa.
Kepala SMAN 1 Kamal, Moh Zairi, membenarkan temuan dua ulat yang sudah mati dalam porsi makanan tersebut.
Insiden ini memicu reaksi publik setelah foto makanan yang berisi ulat menyebar di media sosial dan menambah daftar masalah terkait kualitas makanan MBG di Bangkalan, yang sebelumnya juga sempat mengalami temuan makanan basi di beberapa kecamatan lain.
Dalam tahun 2025, di Kabupaten Bangkalan telah terjadi dua insiden kontaminasi ulat dalam makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Insiden pertama terjadi pada Jumat, 19 September 2025, kemudian insiden serupa kedua terjadi pada Selasa, 23 September 2025
- keduanya di wilayah Kecamatan Tanjung Bumi, dan terakhir insiden ketiga terjadi pada Senin, 27 Oktober 2025, di SMAN 1 Kamal, Kecamatan Kamal. Jadi, total sudah tiga kali insiden ulat ditemukan dalam makanan MBG di Bangkalan sepanjang tahun 2025 ini.
**






