Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Sindikat Pemalsu Uang di Perpus UIN Makassar Mencetak Nyaris Rp 1.000 Triliun

badge-check


					Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono menggelar konferensi pers di Gowa, 19 Desember 2024, terkait pembongkaran pecentakan uang palsu di kantor Perpus Kampus UIN Alaudin, Makassar. Instagaram@darmakuin.official Perbesar

Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono menggelar konferensi pers di Gowa, 19 Desember 2024, terkait pembongkaran pecentakan uang palsu di kantor Perpus Kampus UIN Alaudin, Makassar. [email protected]

Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, GOWA– Sindikat pencetakan uang palsu yang bermarkas di gedung perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, setelah dilakukan penghitungan  dengan total nilai uang palsu yang dicetak mencapai hampir Rp 1.000 triliun.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kapolda Sulawesi Selatan,  Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, saat menyelenggarakan konferensi pers, di mapolres Goa, 19 Desember 2024. Dalam konferensi pers, ia menjelaskan bahwa sindikat ini, yang dipimpin oleh Kepala Perpustakaan UIN, Andi Ibrahim (AI), telah memproduksi berbagai jenis uang palsu, termasuk surat berharga negara dan sertifikat deposito Bank Indonesia, dengan total nilai barang bukti yang diamankan mencapai ratusan triliun rupiah

Penyelidikan oleh kepolisian mengidentifikasi 17 tersangka, termasuk Kepala Perpustakaan UIN, Andi Ibrahim (AI), yang diduga berperan sebagai otak sindikat ini.

Sindikat ini beroperasi sejak tahun 2010 dan mulai mencetak uang palsu secara aktif pada Mei 2024 setelah membeli mesin cetak dari China senilai Rp 600 juta. Uang palsu yang diproduksi termasuk pecahan Rp 100.000, serta surat berharga negara dan sertifikat deposito Bank Indonesia (BI) yang nilainya sangat tinggi, termasuk satu lembar senilai Rp 700 triliun

Polisi mengungkap bahwa uang palsu ini disebarkan dengan cara menyelipkan di antara uang asli dalam transaksi sehari-hari. Penangkapan pertama terjadi setelah laporan dari masyarakat mengenai transaksi mencurigakan pada akhir November 2024.

Sebanyak 98 item barang bukti telah diamankan, termasuk mata uang palsu dan dokumen keuangan yang dipalsukan. Kasus ini menunjukkan dampak serius bagi masyarakat, terutama dalam hal kepercayaan terhadap sistem keuangan dan potensi kerugian ekonomi

Rektor UIN Makassar menyatakan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap para pelaku, termasuk pemecatan tanpa hormat bagi mereka yang terlibat

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, dengan pihak kepolisian berupaya menangkap beberapa pelaku lain yang masih buron. Kepolisian membongkar praktik produksi uang palsu yang dilakukan di lingkungan kampus UIN Alaudin Makassar.⁣
⁣
Dari kasus itu total polisi menangkap 17 orang. Selain itu, polisi pun menyita barang bukti uang palsu hingga mencapai triliunan rupiah dan sejumlah mata uang asing.⁣
⁣
Selain uang rupiah palsu tersebut, kata Yudhiawan pihaknya juga menemukan uang mata asing seperti mata uang Korea Selatan dan Vietnam.⁣
⁣
Polisi juga menyita barang bukti salinan atau fotocopy sertifikat deposito BI senilai Rp 45 triliun dan satu lembar kertas surat berharga negara (SBN) yang nilainya Rp 700 triliun. Polisi mengamankan mesin pencetak uang palsu tersebut berasal dari China.⁣ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Trending di News