Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, MALANG Proyek Tol Kepanjen–Tulungagung atau Tol Agungblijen ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) baru yang direncanakan melintasi wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Jalan tol ini diproyeksikan melewati 43 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Rejotangan, Ngunut, Sumbergempol, Kedungwaru, Tulungagung Kota, Boyolangu, dan Gondang.
Tahapan persiapan pembangunan telah dimulai melalui kajian teknis dan sosial. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat.
Penetapan resmi daftar 43 desa yang terdampak masih menunggu finalisasi trase detail, studi kelayakan, serta penyelesaian dokumen pembebasan lahan.
Tertulis di SimpulKPBU PU, Tol Kepanjen–Tulungagung diharapkan mampu mempercepat mobilitas barang dan orang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Jawa Timur. Proyek ini akan menghubungkan Malang, Blitar, dan Tulungagung, serta memperkuat konektivitas jaringan Trans-Jawa.
Hingga Januari 2026, daftar lengkap desa terdampak belum ditetapkan secara resmi. Namun, berdasarkan rencana awal, desa-desa yang diproyeksikan berada di sepanjang trase tol tersebar di tujuh kecamatan.
Di Kecamatan Ngunut, desa yang masuk rencana antara lain Sumberejo Kulon, Sumberingin Kidul, Sumberingin Kulon, Kacangan, Karanganom, Pandansari, Purworejo, dan Samir.
Kecamatan Gondang mencakup Desa Rejosari, Sepatan, Tawing, Bendo, Dukuh, Kendal, dan Notorejo.
Di Kecamatan Boyolangu, desa yang direncanakan terdampak meliputi Bono, Boyolangu, Karangrejo, Tanjungsari, Wajak Kidul, Wajak Lor, dan Waung.
Untuk wilayah Tulungagung Kota, trase awal melewati Kelurahan Kedungsoko dan Kelurahan Kutoanyar.
Sementara di Kecamatan Sumbergempol, desa yang masuk perencanaan yakni Doroampel, Podorejo, Sambijajar, Tambakrejo, dan Wonorejo.
Adapun di Kecamatan Rejotangan, desa yang tercantum dalam rencana awal meliputi Banjarejo, Blimbing, Jatidowo, Karangsari, Pakisrejo, Panjerejo, Rejotangan, Sumberagung, Tanen, Tegalrejo, dan Tenggur.
Seluruh daftar tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring penyelesaian kajian teknis serta penetapan trase akhir proyek.***








