Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Semen Indonesia Bantu Kelompok Peternakan Puyuh Andalas di Aceh

badge-check


					Foto: Istimewa
Anggota kelompok usaha peternakan Puyuh Andalas, Muhammad Ikhsan memberi pakan burung puyuh di Gampong Lampaya, Lhoknga, Aceh Besar. Perbesar

Foto: Istimewa Anggota kelompok usaha peternakan Puyuh Andalas, Muhammad Ikhsan memberi pakan burung puyuh di Gampong Lampaya, Lhoknga, Aceh Besar.

Penulis: Sanny | Editor: Ipong D Cahyono

KREDONEWS.COM, JAKARTA– PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membantu kelompok usaha peternakan Puyuh Andalas di Aceh, yang berhasil memproduksi hingga 4.000 butir telur puyuh per hari dengan omzet Rp 1,5 juta per hari atau Rp 45 juta per bulan.

Kelompok usaha Puyuh Andalas atau Pulas didirikan lima sekawan yaitu Azwar, Muhammad Ikhsan, Firdaus, Heri Afriadi, dan Riski Kurniawansyah.

Produsen telur puyuh dengan merek Lampoh Kutam ini mulai menjalankan usahanya pada 2021 di Gampong Lampaya, Lhoknga, Aceh Besar, atau wilayah ring 1 Pabrik SIG di Lhoknga yang dioperasikan unit usaha SIG, yaitu PT Solusi Bangun Andalas (SBA).

Muhammad Ikhsan mengatakan, usaha yang dirintis bersama empat sahabatnya tersebut awalnya dijalankan secara mandiri dengan berbekal 300 ekor burung puyuh petelur. Usaha tersebut kekurangan modal dan fasilitas pendukung, sehingga mereka meminta dukungan kepada SBA.

”Pada 2022 kami mendapat bantuan dari SBA berupa 3.000 bibit burung puyuh, bangunan kandang seluas 120 m2, rak telur, dan pakan. SBA juga membantu dalam penyusunan rencana usaha, perizinan dan pemasaran.
SBA juga memfasilitasi kami bekerja sama dengan puskesmas,” kata Muhammad Ikhsan.

Muhammad Ikhsan bersyukur saat ini kelompoknya memiliki total 6.000 ekor burung puyuh yang menghasilkan hingga 4.000 butir telur per hari. Dari hasil penjualan telur puyuh, mereka bisa meraup omzet Rp 1,5 juta per hari atau mencapai Rp 45 juta per bulan.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan program pendampingan UMKM menjadi bagian dari komitmen SIG menciptakan nilai tambah bagi masyarakat sesuai dengan pilar keberlanjutan SIG.

“Kisah sukses kelompok usaha Puyuh Andalas binaan SBA selaku unit usaha SIG, bukti nyata kepedulian Perusahaan terhadap pengusaha lokal yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap ekonomi daerah,” kata Vita Mahreyni melalui rilis yang diterima redaksi.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banyak Polemik, Pemerintah Akan Kaji Ulang Penentuan Desil

21 Agustus 2026 - 19:19 WIB

KPK Angkut Rektor dan Wakil ke Gedung Jakarta, Hasil OTT di Unsoed Purwokerto

21 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sadis Bully Pelajar di Kebumen: Pelaku Simpan 15 Rekaman, Motif Cemburu

21 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Ferry Irwandi & Ekspedisi KitaBisa Tiba di Flores: Salurkan Donasi Rp4 Miliar untuk Korban Gempa

19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Rumahmu Bisa Jadi Server Dunia, Pasif Income Rp393 Juta/ Tahun

19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

RS Terapung Ksatria Airlangga Galang Dana Bantuan Korban Gempa Flores

19 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (49): Perang Zuku, Hingga Manusia Terakhir

19 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Sidang Daycare Little Aresha, Jaksa: Bayi Diikat, Makanan Sisa Dibubur Kembali

19 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Upacara 17 Agustusan Paling Nyeleneh: Kursi VIP di Gedung Sate untuk Petani, Nelayan, Tukang Sapu dan Rakyat Jelata

18 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Trending di News