Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
SWARAJOMBANG.COM, SUMBAR – Erupsi mendadak melanda Gunung Marapi, Sumatera Barat, pada Senin (26/1/2026) pukul 11.11 WIB, menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 600 meter di atas puncak gunung yang mencapai 3.491 mdpl.
Abu berwarna kelabu pekat ini mengarah ke timur laut, berpotensi memicu hujan abu di wilayah sekitar seperti Kabupaten Agam dan Tanah Datar.
Erupsi ini meningkatkan risiko hujan abu vulkanik bagi masyarakat di arah timur laut, disertai imbauan menggunakan masker untuk mencegah gangguan pernapasan.
Status gunung api Marapi dipertahankan pada Level II (Waspada), dengan zona larangan masuk 3 km dari Kawah Verbeek bagi warga, wisatawan, maupun pendaki.
Petugas juga memperingatkan potensi banjir lahar dingin di sungai-sungai yang bermuara dari gunung jika intensitas hujan meningkat.
Petugas Pos Marapi seperti Ahmad Rifandi menekankan pengawasan ketat melalui alat seismograf untuk deteksi dini. Koordinasi segera dilakukan dengan BNPB, Pemerintah Kabupaten Agam, Tanah Datar, serta kota tetangga seperti Padang Panjang dan Bukittinggi.
Riwayat aktivitas tinggi Marapi sejak akhir 2025—termasuk letusan 25 Januari (abu 1.000 m) dan 18 Januari (300 m)—membuat pemantauan harian tetap prioritas utama.
Kronologi
-
11.11 WIB: Letusan terjadi, kolom abu terlihat menjulang 600 meter di atas puncak, berbentuk tebal dan miring ke timur laut.
-
Beberapa menit setelahnya: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Api Marapi langsung memantau getaran seismik, meski detail amplitudo dan durasi (sering 20-30 detik) masih diproses.
-
11.30-12.00 WIB: Laporan visual mengonfirmasi ancaman hujan abu ke Agam dan Tanah Datar.
-
12.16-12.17 WIB: Peringatan resmi diterbitkan, termasuk rekomendasi evakuasi antisipatif. **







