Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Satgas Terpadu Gagalkan Penyelundupan Bubuk Nikel Murni di Bandara IWIP Maluku Utara

badge-check


					Barang bukti yang disita petugas Satgas Rerpadu saat menggagalkan penyelundupan bijih nikel dalam 9 kantong, di bandara IWIP, Maluku Utara, Jumat, 5 Desember 2025. Foto: dok/ satgas terpadu Perbesar

Barang bukti yang disita petugas Satgas Rerpadu saat menggagalkan penyelundupan bijih nikel dalam 9 kantong, di bandara IWIP, Maluku Utara, Jumat, 5 Desember 2025. Foto: dok/ satgas terpadu

Penulis: Mulawarman    |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOROWALI- Satgas Terpadu di Bandara Khusus IWIP, Maluku Utara,  menggagalkan upaya penyelundupan serbuk nikel oleh WN China berinisial MY.

Tersangka MY kedapatan membawa 5 kemasan serbuk nikel campuran dan empat kemasan serbuk nikel murni, sehingga total 9 kemasan serbuk nikel yang digagalkan penyelundupannya di Bandara Khusus IWIP Weda Bay, Maluku Utara, pada 5 Desember 2025.​

Satuan Tugas (Satgas) Terpadu di Bandara Khusus PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Weda Bay, Maluku Utara, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan serbuk nikel oleh warga negara China berinisial MY pada Jumat, 5 Desember 2025.

MY kedapatan membawa lima kemasan serbuk nikel campuran dan empat kemasan serbuk nikel murni melalui penerbangan Super Air Jet (PK-SJE) rute Weda Bay (WDB) ke Manado (MDC).​

Satgas Terpadu, yang ditempatkan sejak 29 November 2025, terdiri dari unsur TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Polri, BMKG, AirNav Indonesia, AvSec, serta karantina terkait, melakukan pemeriksaan rutin di bandara tersebut.

Penangkapan dilakukan setelah deteksi awal oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) Halilintar, yang mengawasi aktivitas pertambangan ilegal. Saat ini, MY sedang menjalani pemeriksaan intensif, sementara barang bukti disita untuk analisis komposisi dan nilai ekonomis oleh instansi terkait.​

Penempatan Satgas Terpadu merupakan langkah pemerintah untuk memperkuat pengawasan di bandara khusus IWIP, yang memiliki mobilitas tinggi termasuk tenaga kerja asing dan logistik industri nikel.

Keberhasilan ini menegaskan efektivitas koordinasi lintas instansi dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam mineral strategis seperti nikel dari praktik ilegal. Pengawasan ketat akan terus ditingkatkan untuk mencegah kasus serupa.​

Status hukum tersangka MY dalam kasus penyelundupan serbuk nikel di Bandara Khusus IWIP hingga saat ini adalah masih menjalani pemeriksaan intensif oleh aparat penegak hukum terkait, sementara penyidik memproses berkas perkara untuk menyiapkan tahap penuntutan.
Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait tuntutan spesifik yang diajukan terhadap MY, namun mengingat kasus ini terkait dengan penyelundupan bahan mineral, potensi tuntutan mengacu pada undang-undang terkait tindak pidana penyelundupan dan pengelolaan sumber daya mineral.

Secara umum dalam sistem hukum Indonesia, tersangka seperti MY memiliki hak untuk mendapatkan pemeriksaan cepat dan diajukan ke penuntut umum, diadili secara terbuka, serta berhak mengajukan pembelaan dan saksi (KUHAP).

Tersangka juga dapat mengajukan praperadilan untuk menolak penetapan status tersangka apabila dianggap tidak sah secara hukum. Penuntutan mulai dilakukan setelah penyidik melengkapi berkas perkara dengan minimal dua alat bukti berdasarkan KUHAP dan putusan Mahkamah Konstitusi yang relevan.​

Hingga berita terbaru pada 6 Desember 2025, nama lengkap tersangka berinisial MY dalam kasus penyelundupan serbuk nikel di Bandara Khusus IWIP belum diungkapkan secara resmi oleh aparat penegak hukum atau media kredibel.

Media hanya menyebutnya sebagai Warga Negara Asing (WNA) China berinisial MY, yang sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh Satgas Terpadu dan instansi terkait.​ **

berapa banyak serbuk nikelnya

Detail Barang Bukti

Barang bukti tersebut disita saat MY naik penerbangan Super Air Jet rute Weda Bay-Manado dan kini menjalani analisis komposisi serta nilai ekonomis oleh instansi terkait seperti Bea Cukai. Belum ada informasi resmi mengenai berat total atau volume spesifik dari masing-masing kemasan, karena proses penelitian laboratorium masih berlangsung.​

Keberhasilan penggagalan ini menunjukkan efektivitas Satgas Terpadu dalam mencegah penyelundupan mineral strategis seperti nikel dari kawasan industri IWIP.​

Terkait
Berat total serbuk nikel yang disita dari MY
Berapa paket serbuk nikel campuran dan murni masing masing
Berat per paket serbuk nikel yang ditemukan
Apakah ada hasil uji laboratorium untuk kuantitas nikel
Apakah laporan resmi menyebut jumlah kilogram nikel

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Baru Baru Selesai Jalani Hukuman 2,5 Tahun, Kini Wagub Babel Hellyana Jadi Terdakwa Kasus Ijazah Palsu

29 September 2026 - 16:51 WIB

Seminggu Dua Kali Kebakaran Lahan di Sumobito, Wiku Birawa: Sampai September 157 Kasus

29 September 2026 - 14:51 WIB

Aneh 172 Dokter PPDS Alami Keracunan Makanan, Pihak RSUD Soetomo dan FK Unair Masih Bungkam

29 September 2026 - 13:46 WIB

Video Guru Merekam Rok Siswi di SMP Subang, Dedi Mulyadi: Usut Tuntas, Pecat!

29 September 2026 - 13:10 WIB

Rapat KPRI Jombang: Ketua Hartono Klaim Ada Aset Rp 160 M, Purwanto Tolak Laporan Pertanggungjawaban

29 September 2026 - 12:02 WIB

Jasad Pria Membusuk dalam Jeep Nopol Bengkulu di Area Parkir RS Muhammadiyah Dau Malang

29 September 2026 - 10:42 WIB

Awas PM2.5, Dokter Piprim: Karhutla Bencana Lingkungan, Juga Ancaman Darurat Kesehatan Anak!

28 September 2026 - 19:57 WIB

Paradoks Durian RI: Menang Berat Buah, Keok Nilai Rupiah

28 September 2026 - 19:08 WIB

18 Napi Kelas Kakap Ini Jadi ‘Harta Karun’ LP Cibinong Dibongkar Ombudsman

28 September 2026 - 19:01 WIB

Trending di News