Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SAMPANG– Satgas SPPG Sampang menghentikan penyaluran MBG ke SDN 1 Batuporo Timur 1 di Kecamatan Kedungdung, Sampang, Madura, mulai Rabu 21 Januari 2026.
Penghentian itu dilakukan, setelah ada investigasi dari Disdik Sampang, bahwa di sekolah itu tidak ada aktivitas belajar mengagar, akan tetapi setiap hari selalu mendapat pasokan MBG sebanyak 63 porsi.
Sekolah ini tercatat menerima MBG sejak program mulai berjalan di wilayah Kecamatan Kedungdung, Sampang, sesuai data Dapodik yang aktif dengan 33 siswa.
Sejauh ini mereka masih tetap menerima rutin 63 porsi per hari berlangsung hingga video viral pada 19 Januari 2026, saat warga seperti Zainuddin melaporkan kejanggalan.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Moh. Yusuf, telah melakukan pemeriksaan langsung ke SDN Batuporo Timur 1, Sampang, 20 Januari 2026.
ia menyatakan bahwa tidak ada siswa saat itu, meski data Dapodik mencatat 33 siswa, dan siswa hanya hadir hari Jumat. Ia berencana telusuri data lebih lanjut dan minta foto kegiatan belajar Jumat.
Moh. Yusuf melakukan investigasi ke sekolah itu setelah mendapat laporan dari warga bernama Zainuddin: Sekolah tidak ada kegiatan memiliki aktivitas belajar mengajar secara rutin meski masih tercatat aktif di Dapodik dan menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus ini viral di media sosial setelah video menunjukkan sekolah kosong, guru menonton dangdut, tapi tetap dapat jatah MBG hingga 63 porsi per hari berdasarkan data 33 siswa di Dapodik.
Siswa disebut pindah ke madrasah swasta Senin-Kamis dan Sabtu, hanya hadir Jumat.
Dinas Pendidikan Sampang telah meninjau langsung pada 20 Januari 2026, mengonfirmasi minim siswa, dan berencana membina guru serta perbaiki data. SPPG Batoporo Barat menghentikan sementara pengiriman MBG setelah viral, menunggu klarifikasi Dapodik.
Penyaluran MBG ke sekolah ini sudah dihentikan per 21 Januari 2026, dan kasus ini jadi contoh persaingan sekolah negeri-swasta di pedesaan Sampang. Fenomena serupa disebut bukan hal baru di wilayah tersebut.
Kepala Sekolah SDN Batuporo Timur 1 Sampang adalah Ahmad Fauzan belum memberikan keterangan atas kelebihan pasokan di sekolah tersebut. **






