Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.CPM, JAKARTA-Mengatur pola makan saat puasa perlu dilakukan secara tepat agar berat badan turun secara sehat. Diet ketika Ramadan tidak sekadar mengurangi porsi, tetapi juga memperhatikan jenis makanan, kebiasaan makan, dan aktivitas fisik.
Sebagian orang beranggapan puasa otomatis membuat berat badan menyusut. Padahal, tanpa pengaturan asupan yang benar, berat badan justru bisa meningkat.
Mengonsumsi makanan berlebihan saat sahur maupun berbuka dapat memicu penumpukan kalori. Karena itu, diperlukan strategi yang konsisten agar berat badan tetap terkendali selama Ramadan.
Melansir laman resmi Alodokter, berikut sejumlah tips yang dapat diterapkan untuk menjaga berat badan tetap ideal saat puasa:
Hindari makanan tinggi lemak dan berminyak
Gorengan memang menggugah selera saat berbuka, namun kandungan kalori dan lemak transnya cukup tinggi. Mengonsumsi gorengan secara berlebihan justru dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Pilih makanan kaya protein dan serat
Sumber protein tanpa lemak seperti dada ayam, ikan, putih telur, dan kacang-kacangan membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Selain itu, buah dan sayuran juga penting karena seratnya dapat menekan rasa lapar dan mencegah makan berlebih.
Sehingga asupan kalori harian lebih mudah dikendalikan selama waktu berbuka dan sahur. Pola makan yang seimbang ini membantu menjaga metabolisme tetap stabil, hasilnya berat badan juga bisa lebih terkontrol.
Utamakan karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum utuh, kentang, atau ubi memberi energi lebih stabil. Asupan ini juga membantu tubuh tetap bertenaga selama berpuasa.
Batasi makanan dan minuman manis
Berbuka puasa dengan sirup atau es buah memang menyegarkan setelah menahan dahaga seharian. Namun, untuk menjalankan diet saat puasa, konsumsi gula harus dikurangi secara konsisten.
Sebagai alternatif, pilih buah-buahan tinggi air seperti semangka, melon, atau blewah. Pastikan buah dikonsumsi tanpa tambahan gula atau sirup agar lebih sehat.
Jangan melewatkan sahur
Menjalankan diet saat puasa bukan berarti melewatkan sahur atau hanya makan saat berbuka. Sahur justru penting untuk menjaga energi dan mendukung diet tetap sehat.
Perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi dan hindari yang dapat membuat tubuh cepat haus. Batasi garam dan makanan asin agar hidrasi tubuh tetap terjaga selama berpuasa.
Pilih menu yang padat nutrisi, seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, ayam, sayur, buah, atau susu rendah lemak. Dengan sahur yang tepat, tubuh lebih bertenaga dan mampu menjalani puasa sepanjang hari dengan lancar.
Makan secukupnya saat berbuka
Saat buka puasa, sering sekali muncul keinginan untuk langsung makan banyak sekaligus. Kebiasaan ini justru bisa menimbulkan rasa begah di perut.
Makanlah secukupnya dan perlahan, dimulai dengan kurma, buah, dan air sebelum melaksanakan salat. Makanan berat sebaiknya dikonsumsi sebelum salat Isya, dengan porsi seimbang karbohidrat, protein tanpa lemak, dan sayuran berserat.
Penuhi kebutuhan cairan
Selama puasa, penting untuk mencukupi asupan cairan agar tubuh tetap terhidrasi. Minumlah sekitar 10 gelas cairan, baik saat sahur maupun berbuka.
Cairan tidak hanya berasal dari air putih, tetapi juga bisa diperoleh dari makanan tinggi air seperti sup, semangka, mentimun, atau tomat. Batasi minuman berkafein dan bersoda karena dapat menyebabkan dehidrasi dan menambah asupan kalori.
Tetap berolahraga secara rutin
Puasa bukan menjadi alasan untuk bermalas-malasan dan tidak berolahraga. Agar diet saat puasa bisa sukses, menjaga pola makan perlu diimbangi dengan aktivitas fisik yang rutin.
Misalnya, olahraga ringan dengan jalan kaki atau lari di pagi hari. Bila dirasa tidak sanggup, olahraga di malam hari juga bisa menjadi pilihan.
Penerapan pola makan yang tepat dan konsisten menjadi kunci keberhasilan diet saat puasa. Dengan pengaturan asupan yang bijak, puasa dapat menjadi momentum mencapai berat badan ideal sekaligus menjaga kesehatan tubuh.***










