Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Prof Budi Santoso Melepas 12 Dokter Relawan RSTKA Misi Kesehatan Gratis di Pulau Mandangin Sampang Madura

badge-check


					Sebanyak 12 dokter alumnus berbagai universitas bergabung dalam relawan misi kesehatan pulau terpencil menuju ke pulau Mandangin, wilayah Sampang, Madura, yang diselenggarakan oleh  Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) berangkat Senin 17 Februari 2025. Foto: RSTKA Perbesar

Sebanyak 12 dokter alumnus berbagai universitas bergabung dalam relawan misi kesehatan pulau terpencil menuju ke pulau Mandangin, wilayah Sampang, Madura, yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) berangkat Senin 17 Februari 2025. Foto: RSTKA

Penulis: Saifudin  :  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA–  Prof. Budi Santoso, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya,  melepas keberangkatan relawan 12 dokter  Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA),  untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat pulau Mandangin, Senin pagi 17 Februari 2025.

Pulau Mandangin masuk wilayah kerja kecamatan Sampang, kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, berada di  koordinat 7°18′38″S 113°12′45″E, luas sekitar 90,4 hektare. Pulau ini dapat diakses melalui Pelabuhan Tanglok, Sampang,  menggunakan perahu motor memakan waktu sekitar satu jam.

Jumlah penduduk Pulau Mandangin  diperkirakan mencapai 21.534 jiwa, dengan rincian 10.127 laki-laki dan 11.407 perempuan.  Secara umum, penyakit katastropik mencakup kondisi-kondisi serius seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan mental yang memerlukan perhatian medis khusus dan sering kali berdampak besar pada pembiayaan layanan kesehatan

Ada delapan puluh tiga relawan dokter umum yang mendaftarkan diri untuk misi yang akan dilakukan selama satu minggu itu. Tetapi hanya duabelas yang diberangkatkan. Dari duabelas orang dokter umum itu, hanya ada dua orang yang merupakan alumni FK Unair, yaitu Dr. Nur Safitri dan Dr. Rizka Uswatun.

Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Prof Budi Santoso yang akrab dipanggil Prof Bus melepas relawan misi kesehatan gratis yang dilaksanakan oleh Rumah Sakit Terapung Kstria Airlangga (RSTKA) ke pulau Mandangin, wilayah Sampang, Madura. Foto: RSTKA

Relawan dokter umum dari luar Unair antara lain: Dr. Brenda Christie (Universitas Kristen Krida Wacana), Dr. Khusnul Yaqien (Universitas Muslim Indonesia), Dr. Faizuriah (Universitas Padjajaran), Dr. Dwi Ariesta (Universitas Kristen Duta Wacana), Dr. Yusuf Al Malik (Universitas Palangka Raya), Dr. Sonia Ednia (Universitas Sriwijaya), Dr. Puspa Pelita (Universitas Kristen Duta Wacana), Dr. Azmi Arraga (Universitas Brawijaya), Dr. Jean Gabrielle (Universitas Brawijaya),

Oleh karena itu Prof Bus mengatakan, “RSTKA bukan hanya milik Unair, tetapi sudah menjadi milik Indonesia. Lebih tepatnya persembahan Unair untuk Indonesia.”

Dr. Fairuziah, alumni FK Universitas Pajajaran, menuturkan sebelumnya, dia menjalani internship di Garut, karena orang tuanya maunya internship di daerah yang dekat Bandung tempat mereka tinggal.

Sementara dia ingin bekerja di daerah terpencil. Dengan senyuman yang lepas dan mata berbinar dia berkata, “Akhirnya kesampaian juga, ini akan menjadi bekal sangat berharga, bila nanti bekerja sebagai dokter di daerah terpencil.”

Lalu bagaimana dengan relawan yang belum diberangkatkan? Dr. Yohanes Eka, Koordinator Lapangan Misi Mandangin ini mengatakan, “Maunya kita berangkatkan semua, karena semua yang mendaftar memang layak sih. Tunggu saja misi yang berikutnya,” jelasnya.

Misi RSTKA tahun 2025 bertemakan Deteksi Dini Penyakit Katastropik di Kepulauan. Ini sejalan dengan program Pemeriksaan Gratis oleh Kementerian Kesehatan.

“Kami fokus pada daerah kepulauan karena tidak mudah menghadirkan sarana diagnostik sekaligus dokter ahli di pulau-pulau terpencil. Dengan Rumahsakit Kapal yang kami miliki, kita bisa lakukan pemeriksaan gratis sekaligus penanganannya pulau-pulau yang sulit dijangkau,” pungkas Dr. Yohanes

Misi Mandangin ini disponsori oleh SKK Migas dan HCML Mandangin dan ditopang oleh RSUD Dr. Soetomo, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unair dan FK Unair. Didukung oleh Pemerintah Kabupaten Sampang, IDI Cabang Surabaya, Bakti – Komdigi, PT Pelindo, PT Pelindo Jasa Maritim dan Aperindo. **

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Menelisik Akar Terorisme (68): 550.000 Penunggang Kuda Berwajah Pucat

14 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kapal Turis KM Feronia Terbalik Dihantam Ombak, 29 Orang Selamat Veronica Beatrix Hilang

14 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Trending di News