Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Presiden Prabowo Buka Kran Impor Daging, Tidak Boleh Hanya Perusahaan yang Ditunjuk

badge-check


					Presiden Probowo hadir dalam sarasehan ekonomi, di jakarta, Selasa 8 April 2025. Tangkap layar video Instagram@soalunsrat Perbesar

Presiden Probowo hadir dalam sarasehan ekonomi, di jakarta, Selasa 8 April 2025. Tangkap layar video Instagram@soalunsrat

Penulis: Yusran Hakim   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Prabowo Subianto Presiden menginstruksikan penghapusan kuota impor khususnya terhadap komoditas tertentu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Pernyataan itu disampaikan Presiden pada sesi dialog di acara Sarasehan Ekonomi yang berlangsung sore hari ini, Menara Mandiri, Jakarta, Selasa 8 April 2025.

Salah satu komoditas yang disampaikan Prabowo terkait kebijakan kuota impor yaitu daging. Presiden menginstruksikan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk membuka peluang impor bagi siapa saja.

“Siapa saja boleh impor. Mau impor apa, silakan buka saja. Rakyat kita juga pandai kok, iya kan? Bikin kuota-kuota, lalu hanya perusahaan A, B, C, D yang ditunjuk. Hanya dia boleh impor, enak saja,” lanjutnya

Kepala Negara bilang sudah memberikan instruksi langsung kepada jajaran terkait untuk menghilangkan mekanisme kuota yang bisa menghambat kelancaran perdagangan.

“Yang jelas, Menko, Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua DEN sudah saya kasih perintah untuk hilangkan kuota-kuota impor. Terutama untuk barang-barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Siapa yang mampu, siapa yang mau impor, silakan, bebas. Tidak lagi kita tunjuk-tunjuk hanya ini yang boleh, itu tidak boleh,” ucapnya.

Presiden menegaskan bahwa kebijakan penghapusan kuota impor, merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah untuk merampingkan birokrasi, serta memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha.

Lebih lanjut, RI 1 juga menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang mendukung penciptaan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Para pengusaha itu menciptakan lapangan kerja. Pengusaha itu adalah pelaku yang di depan. Dia boleh cari untung, enggak ada masalah. Tapi, kita juga minta para pengusaha bayar pajak yang benar,” katanya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Menelisik Akar Terorisme (68): 550.000 Penunggang Kuda Berwajah Pucat

14 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Trending di News