Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Polisi Mulai Selidiki Dugaan Pemotongan Pokir Anggota DPRD Jombang

badge-check


					Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander. Foto: kredonews.com/ elok arpriyanto Perbesar

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander. Foto: kredonews.com/ elok arpriyanto

Penulis: Elok Apriyanto   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG-  Dugaan pemotongan bantuan pokok pikiran (pokir) yang menyeret oknum anggota DPRD Jombang dari Fraksi PPP kini masuk tahap penyelidikan aparat penegak hukum (APH).

Informasi yang dihimpun, praktik dugaan pemotongan pokir DPRD Jombang tersebut disebut melibatkan seorang perempuan berinisial LK.

Ia diduga berperan sebagai operator sekaligus pencari yayasan untuk penyaluran bantuan pokir dari anggota DPRD Jombang, Junita Erma Zakiyah.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring dan langkah awal penyelidikan terkait dugaan kasus pokir Jombang 2026 tersebut.

Menurut Dimas, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim sudah diterjunkan untuk mendalami informasi yang beredar.

“Iya mas, unit Tipidkor sudah monitor, nanti akan dilaksanakan penyelidikan,” ujar Dimas saat dikonfirmasi, Sabtu (21/2/2026).

Ia menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai prosedur dan perkembangan hasil penyelidikan di lapangan.

Disinggung soal kemungkinan pemanggilan oknum anggota DPRD Jombang dari Fraksi PPP dalam kasus dugaan pemotongan pokir tersebut, Dimas menyatakan hal itu akan menjadi kewenangan penyidik Tipidkor.

“Nanti dilihat dari perkembangan penyelidikan, tentunya (pemanggilan) dari umum ke khusus,” paparnya.

Kasus dugaan pemotongan bantuan pokir DPRD Jombang ini menjadi perhatian publik karena menyangkut penggunaan anggaran aspirasi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan pemotongan bantuan pokok pikiran (pokir) DPRD Jombang, Jawa Timur Tahun Anggaran 2026 mencuat.

Seorang penerima bantuan mengaku dana pokir yang seharusnya diterima utuh, justru dipotong hingga 30 persen oleh oknum yang disebut berkaitan dengan anggota dewan.

Kasus ini dialami AZ (53), pengurus yayasan pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Ia merupakan penerima bantuan pokir DPRD Jombang dari salah satu anggota Fraksi PPP.

AZ menjelaskan, awalnya proposal yang diajukan sebesar Rp 250 juta. Namun, dalam proses pembahasan, hanya Rp 200 juta yang terakomodir dalam anggaran pokir DPRD Jombang 2026.

“Saat ini Pokir 2026 masih proses tahap verifikasi. Maret nanti diperkirakan cair,” kata AZ, Kamis (12/2/2026), sembari meminta namanya tidak dipublikasikan secara lengkap.

Namun, persoalan muncul ketika dana yang disebut telah disetujui Rp 200 juta itu disebut kembali mengalami pemotongan.

Menurut AZ, bantuan pokir yang seharusnya diterima Rp 200 juta dipotong hingga 30 persen. Artinya, dana yang diterima hanya sekitar Rp 140 juta.

“Ya dipotong bantuan sampai 30 persen. Sama operatornya, orangnya dari Bu Junita PPP. Anggaran Rp 200 juta nanti terima cuma Rp 140 juta, itu sekaligus dibebani biaya pembuatan LPJ dan pajak,” ujarnya.

Ia menyebut operator berinisial LK dari Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, berperan mengoordinir calon penerima bantuan serta mengumpulkan potongan dana pokir tersebut.

“Operatornya bernama Bu LK dari Desa Kayangan yang bagian mungut lembaga yang direkom, potongan 30 persen. LPJ dan pajak buat sendiri,” paparnya.

Sementara itu, anggota DPRD Jombang dari Fraksi PPP, Junita Erma Zakiyah, membantah adanya pemotongan bantuan pokir 30 persen seperti yang dituduhkan. “Desa-desa yang semua kasih BK (bantuan pokir) itu nol mas (tanpa potongan),” tegasnya.

Ia memastikan seluruh desa penerima bantuan pokir darinya tidak dikenai potongan. “Anda bisa cek mas, seperti di Kwaron, Bulurejo, Balongbesuk, Cukir, Ceweng, itu nol (tanpa potongan),” ujarnya.

Saat dikonfirmasi mengenai sosok LK dari Desa Kayangan, ia mengaku belum bisa memastikan karena dalam satu desa terdapat beberapa operator penghubung program pokir.

“Nanti saya cari, karena satu desa itu ada tiga orang, kayak nama Rini itu ada tiga. Nanti saya cek lagi,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Panitia Jor Joran Mancing Jombang 2026: Ini 10 Larangan yang Tidak Boleh Dilanggar

15 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Ringin Contong Carnival 2026 Acara Spektakuler 17 Oktober, Simak Rekayasa Arus Lantas

15 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Durian Madu Milik Lukman Juara I Kontes Durian Wonosalam, Bupati Warsubi: Upaya Gali Potensi Jombang

15 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemakzulan Disetujui, Mendagri Copot Bupati Gowa, Sitti Husniah: Saya Lawan Lewat PTUN

15 Oktober 2026 - 10:23 WIB

63 Siswa SMA dan SD di Konawe Keracunan MBG, Korban Dirawat Puskesmas Angata

14 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Menelisik Akar Terorisme (68): 550.000 Penunggang Kuda Berwajah Pucat

14 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Kapal Turis KM Feronia Terbalik Dihantam Ombak, 29 Orang Selamat Veronica Beatrix Hilang

14 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Trending di News