Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Pimpinan Bulog Kalsel Dicopot: Mentan Tuntut Perbaikan Serapan Gabah

badge-check


					Bulog Kanwil Kalsel Perbesar

Bulog Kanwil Kalsel

Penulis : Jayadi | Editor : Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM-KALIMANTAN: Pimpinan Perum Bulog Kanwil Kalimantan Selatan resmi dicopot pada Selasa malam (18/3/2025). Keputusan ini diambil setelah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada pagi harinya mengungkapkan kekecewaan atas kinerja Bulog yang dianggap kurang aktif dalam menyerap gabah petani di musim panen raya.

“Saya kecewa dengan Bulog hari ini. Petani menunggu kepastian harga di sawah, tapi Bulog malah menunggu di gudang. Ini nggak bisa dibiarkan.”

Amran menyampaikan pernyataan ini saat menghadiri panen raya di Kabupaten Tanah Laut. Ia menekankan perlunya perbaikan sistem agar Bulog lebih responsif terhadap kebutuhan petani.

Kekecewaan petani di Tanah Laut cukup besar. Mereka terpaksa menjual gabah ke tengkulak dengan harga rendah, berkisar Rp5.300 hingga Rp5.600 per kilogram, jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Penyebabnya adalah lambannya respons Bulog dalam melakukan pembelian.

Baca juga

RUU TNI: Tidak Ada Dwi Fungsi ABRI, Berikut Daftar Final 14 K/L yang Bisa Ditempati TNI

Talk Show Bahaya Penyalahgunaan Narkotika dan Penanganannya, Kelompok Rentan dan Proxy War

Viral, Laporan Polisi Ditolak, Wanita Pekalongan Peroleh Kedamaian Setelah Lapor Damkar

“Bulog di sini susah sekali dihubungi, mereka juga jarang turun ke lapangan. Padahal sekarang petani lagi panen raya, tapi nggak ada kepastian. Akhirnya, kami terpaksa jual ke tengkulak meskipun harganya jauh di bawah HPP.”

Selain itu, petani mengeluhkan syarat ketat dari Bulog, seperti keharusan gabah benar-benar kering, serta pembayaran yang sering terlambat hingga seminggu, yang menghambat perputaran modal mereka.

Mentan Amran menegaskan bahwa pencopotan ini bukan sekadar sanksi, melainkan upaya serius untuk memperbaiki sistem serapan gabah. Pemerintah ingin memastikan bahwa penyerapan gabah berjalan lebih optimal dan tidak ada lagi petani yang merasa diabaikan.

“Petani tidak bisa terus dirugikan. Harus ada perbaikan nyata, BULOG harus turun ke lapangan, bukan sekadar menunggu di gudang!”

Dengan langkah ini, diharapkan harga gabah tetap stabil, petani mendapatkan kepastian, dan sistem penyerapan lebih berpihak kepada mereka.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Salah Injak Pedal: Alphard Santap 3 Mobil, 11 Motor, dan Rombong Bakso di Sukolilo

10 September 2026 - 03:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (55): Kisah Pembantaian 100 Pria dan 5 Wanita Pelancong

9 September 2026 - 19:53 WIB

5 Jurnalis dan 2 Kru Kapal Belum Ditemukan, Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau Sejak 7 September 2026

9 September 2026 - 19:22 WIB

Dapur Utama dan Ruang Gizi RSUD Saiful Anwar Terbakar, Tidak Menyentuh Gedung Perawatan Kesehatan

9 September 2026 - 17:43 WIB

Air Laut Surut dan Gempa Mag 3,8 Terjadi di Sekitar Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tenang Bukan Tsunami

9 September 2026 - 16:59 WIB

Tidak Masuk Akal Gelombang Keracunan Terus Terjadi: 300 Lebih Siswa SMP dan MTs Pati Diangkut ke Rumah Sakit

9 September 2026 - 16:14 WIB

Truk Tangki Air Angkut 1,5 Juta Batang Rokok Putih, Bea Cukai: Kerugian Negara Rp1,5 Miliar

9 September 2026 - 11:09 WIB

Elektabilitas Gerindra Naik 14.4 Persen, Rahmat Muhajirin: Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat

9 September 2026 - 09:30 WIB

Keterlaluan Tiga Kali SMAN 1 Tunjungan Blora Keracunan, Wabup Perintahkan SPPG Sukorejo 2 Tutup Permanen

9 September 2026 - 08:24 WIB

Trending di News