Menu

Mode Gelap

News

Petisi kepada Presiden Prabowo untuk Mencopot Gus Miftah di Change.Org Sudah Mencapai 228.477

badge-check


					Petisi kepada Presiden Prabowo untuk Mencopot Gus Miftah di Change.Org Sudah Mencapai 228.477 Perbesar

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Viral kasus ‘Goblok’ yang menimpa penjual es teh Sunhaji, terus bergulir. Gus Miftah sudah meminta maaf, dan Sunhaji telah memberi maaf, akan tetapi kini muncul petisi yang meminta agar Gus Miftah dicopot dari jabatan sebagai Utusan Khusus Duta Tolrensi pemerintahan Kabinet Prabowo-Gibran.

Seperti diwartakan dalam akun instagran,@zonamahasiswa.id, Jumat 6 Desember, bahwa saat ini sudah ada ratusan ribu orang telah menandatangani petisi yang menuntut agar Presiden Prabowo segera memecat Miftah Maulana dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Saran Keagamaan. Petisi itu ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Petisi di laman change.org itu pertama kali dibuat pada Rabu, 4 Desember 2024 dan atau sehari setelah video Miftah mengolok dan mengjek penjual es teh viral di media sosial, hingga berita ini diturunkan sudah mencapai 228.477 dari batas yang hendak dicapai 300.00 tanda tangan.

Pemrakarsa petisi, Dika Prakasa, meminta agar Presiden Prabowo Subianto meninjau ulang posisi yang diberikan kepada Gus Miftah. Dika berpendapat tindakan Gus Miftah bertentangan dengan prinsip Prabowo yang menghargai para pedagang kaki lima, seperti penjual bakso, serta nelayan.

Dika juga menegaskan bahwa jika tindakan Gus Miftah terus dibiarkan, hal tersebut dapat merusak citra pemerintahan Prabowo.

Bahkan bukan hanya Dika Prakasa saja yang menghendaki pencopiatan Gus Mifta itu, juga influenser Indonesia Permadi Aria alias Abu Jandal, melalui akun instagram@permadiaktivis2, sejak Kamis 5 Desember telah mengunggah reel, dengan imbai jelas ditujukan kepada Presiden Prabowo, agar memecat gus Miftah dari jabatan sebagai duta toleransi.

Dalam reel ungahhanya itu Permadi Aria mengatakan: Yth bapak presiden @prabowo & partai @gerindra, saya wakil ketua sekber sekertariat bersama koordinator nasional relawan prabowo gibran di pilpres kemarin

kasus @gusmiftah ini adalah kesempatan bapak untuk evaluasi posisi utusan khusus toleransi & moderasi, mohon diberikan bukan karena jasa di timses pak.. tapi berikan lah posisi tsb pada orang yang memang kompeten di bidang nya

agar jadi atensi bapak.. INTOLERANSI di negeri ini sudah sangat PARAH & berbahaya pak  sejak bapak jadi presiden saja sudah 3 kasus pembubaran ibadah kristen, penolakan latihan nyanyi natal.. kalo tidak diberi atensi, ini bahaya laten konflik horisontal & disintegrasi bangsa pak

saya tidak minta jabatan di pemerintahan bapak, alhamdulillah gaji saya sekarang 3x lipat dari gaji gus miftah yang cuman 18 juta per bulan

saya cuma minta pak prabowo & gerindra kasih posisi utusan khusus toleransi & moderasi pada orang kristen saja pak.. agar memberi atensi pada kasus pembubaran ibadah kristen yang makin marak ini semoga jadi pertimbangan bapak presiden. terima kasih. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dadan Hindayana: BGN Beli 25.000 Motor Listrik Senilai Rp 1, 05 Triliun

9 April 2026 - 00:09 WIB

Anak Tega Memutilasi Ibu Kandung di Lahat, Gegara tak Diberi Uang untuk Judol

8 April 2026 - 23:37 WIB

Baharuddin Demmu: Renovasi Rumjab Gubernur Kaltim Rp 25 M, tak Pernah Dibahas di Banggar Dewan

8 April 2026 - 22:49 WIB

KDMP ‘Serobot’ Tanah Bekas SD Pulo, Komisi A DPRD Jombang Hearing Lintas Sektoral Termasuk Kodim

8 April 2026 - 22:16 WIB

KPK Dalami Keterlibatan Aliran Dana Kuota Haji ke Nusron Wahid

8 April 2026 - 20:33 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta: Membaca Ibukota Melalui Sejarah Kejahatan

8 April 2026 - 20:01 WIB

Husein ‘Pati’ Ditandu Keluar Ring, Kena KO Lawan Eko Sudariyanto Laga MMA di Purwodadi

7 April 2026 - 10:48 WIB

Sabtu-Minggu Tim KPK Geledah Rumah Dinas Kominfo Kota Madiun dan Kantor PT Uler Raya Jiwan

7 April 2026 - 10:11 WIB

Lahan 5.5 Ha KAI Dikuasai Hercules Lebih 40 Tahun, Menteri Ara: Diambilalih untuk Bangun Rumah Rakyat!

7 April 2026 - 09:30 WIB

Trending di News