Menu

Mode Gelap

Headline

Pertamina Adakan Uji Sampel BBM di 2000 SPBU, Hasilnya Omset Turun 50%

badge-check


					Ilustrasi SPBU, Foto:ESDM Perbesar

Ilustrasi SPBU, Foto:ESDM

Penulis : Jayadi | Editor : Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM-INDONESIA: Pertamina melakukan pengujian sampel Bahan Bakar Minyak (BBM) di 2.457 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dari total 7.842 SPBU di seluruh Indonesia.

Pengujian ini melibatkan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi/LEMIGAS serta Lembaga Independent Surveyor. Tujuannya adalah memastikan kualitas BBM yang didistribusikan sesuai standar yang ditetapkan.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa pengujian ini merupakan respons atas kekhawatiran masyarakat terkait dugaan BBM oplosan.

“Dari kurang lebih 7.842 SPBU seluruh Indonesia, per hari ini sudah kurang lebih 30% yang kami uji sampel sebanyak 2.457 SPBU. Tentunya nanti hasilnya akan kami update terus ke masyarakat,” kata Simon dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (11/3/2025).

Berita Bantah berbantah
Beragam Keluhan Terkait Mutu BBM Mulai 2022, Pertamina Master Berbantah, Keluhan Berlanjut

Berita Ruwet
Pantesan Aman, Pengawas Keuangan Negara Merangkap Komisaris Pertamina, Ini yang Dilanggar

Berita Polemik Tiada Henti
Presiden Prabowo Tegas Terkait Tugas Prajurit TNI di K/L, Setelah Ramai Polemik Letkol Teddy

Simon menambahkan, Pertamina membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pengujian sampel BBM di lapangan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik terhadap kualitas BBM yang beredar. “Kami juga mengundang keterlibatan masyarakat apabila ingin ikut serta pada saat uji sampel di lapangan,” ujarnya.

Di sisi lain, pengusaha SPBU Pertamina mengeluhkan penurunan omzet penjualan BBM jenis Pertamax hingga 30-50%. Penurunan ini diduga akibat isu oplosan BBM Pertalite (RON 90) menjadi Pertamax (RON 92) yang melibatkan bos PT Pertamina Patra Niaga dalam kasus korupsi tata kelola minyak.

Syarif Hidayat dari DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) mengungkapkan, banyak pemilik SPBU yang mengeluhkan penurunan omzet, terutama yang berlokasi dekat dengan SPBU swasta. “Omzet Pertamax mereka turun. Berkisar 30 hingga 50 persen,” ujarnya saat dikonfirmasi VOI, Rabu (12/3/2025).

Syarif menambahkan, penurunan omzet tidak hanya terjadi pada Pertamax, tetapi juga pada Pertalite. Meskipun tidak ada data pasti, ia memastikan penurunan ini terjadi di SPBU yang berada di daerah dengan kompetitor kuat. “Mungkin penurunan ini sebagian juga disebabkan karena sedang bulan Ramadan. Karena Pertalite juga sedikit mengalami penurunan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Syarif meminta pemerintah untuk meyakinkan masyarakat bahwa produk Pertamax milik Pertamina dengan nilai oktan RON 92 merupakan produk berkualitas dan sesuai standar pemerintah. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Angkut 2000 Paket Semboko dan 3.000 Tabung LPG, KM Cipta Anugerah Meledak dan Terbakar di Selayar

18 Maret 2026 - 11:48 WIB

Casgevy Terapi Genetika Termahal di Dunia Rp35 Miliar/Suntik, Untuk Pengobatan Thalassemia dan Anemia Sel Sabit

18 Maret 2026 - 10:56 WIB

Baru Saja Direvitalisasi: Sekitar 15 Meter Kanopi Depan Pasar Ploso Jombang Jatuh

18 Maret 2026 - 10:18 WIB

PO Zentrum Tabrak Pikup Parkir di Bahu Jalan Tol Pemalang, Hingga Terbalik ke Persawahan

18 Maret 2026 - 09:41 WIB

PMI Kota Mojokerto Tebar Kebaikan Ramadan, Perkuat Misi Kemanusiaan

18 Maret 2026 - 05:39 WIB

PT Pegadaian Sediakan Bus Gratis, 310 Warga Jatim Mudik Lebaran Aman dan Bahagia

17 Maret 2026 - 18:24 WIB

Korpri Mojokerto Salurkan Zakat Rp139,4 Juta untuk 1.798 Mustahik

17 Maret 2026 - 17:58 WIB

Pengusaha Teriak Harga Solar Industri di Tanjungperak Rp 27.000/L, Pertamina: Itu Bukan Harga Resmi!

17 Maret 2026 - 17:34 WIB

Kenakan Rompi Oranye, KPK Menahan Gus Alex Menyusul Mantan Menag Gus Yaqut

17 Maret 2026 - 17:01 WIB

Trending di News