Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, CILACAP– Nasib siala dialami Slamet Arifianto, 58, berprofesi sebagai masinis yang masih aktif di wilayah Kroya, warga Pecangakan RT 02/RW 04, Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
ia meninggal dunia pasca diserang tawon vespa, saat panjat genting rumah untuk memperbaiki tandon air rumahnya. Peristiwa ini terjadi Kamis, 26 Februari 2026 sekitar pukul 10.30 WIB. S
Saat itu ia tidak mengetahui ada sarang tawon vespa dekat tandon; ketika sarang tersentuh, kawanan tawon keluar dan menyerang serta menyengatnya berkali‑kali.
Slamet sempat turun dari atap dalam kondisi kesakitan dan masih bisa berjalan, lalu segera dibawa ke RSU PKU Muhammadiyah Kroya sekitar pukul 11.15 WIB untuk penanganan awal.
Karena kondisinya memburuk, korban dirujuk ke RSUD Banyumas untuk perawatan lebih lanjut, namun sekitar pukul 16.00 WIB dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Desa Mujur Lor, Sadimun, korban diserang cukup lama (sekitar setengah jam) oleh kawanan tawon, dan jenazah baru dimakamkan pada pagi hari setelah kejadian.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga setempat untuk berhati‑hati saat membersihkan tandon air, semak, atau area yang berpotensi menjadi tempat bersarang tawon atau lebah.
Jika Anda ingin, saya bisa bantu menyusun kalimat ucapan belasungkawa atau pengumuman duka yang lebih formal dalam Bahasa Indonesia.
Berikut kronologi kejadian meninggalnya Slamet Arifianto:
-
Kamis, 26 Februari 2026, sekitar pukul 10.30 WIB
Slamet Arifianto (53 tahun, warga Pecangakan RT 02/RW 04, Desa Mujur Lor, Kroya, Cilacap) naik ke atap rumah untuk memperbaiki sekaligus membersihkan tandon air (toren) di atas rumahnya. -
Saat proses pembersihan
Ia tidak menyadari ada sarang tawon vespa di dekat tandon; ketika sarang tersentuh/terganggu, kawanan tawon keluar dan langsung menyerang serta menyengatnya berkali‑kali di bagian kepala dan tubuh. -
Korban sempat terjebak di atas rumah
Slamet dikerubuti tawon selama sekitar setengah jam, sempat menangis kesakitan dan menggunakan kaosnya untuk melindungi kepala. -
Turun dari atap dan pertolongan awal
Setelah beberapa saat, korban turun dari atap masih dalam keadaan bisa berjalan tetapi sudah merasa lemas dan kesakitan; warga segera membawanya ke rumah dan memanggil bantuan. -
11.15 WIB
Slamet dilarikan ke RSU PKU Muhammadiyah Kroya untuk penanganan awal karena kondisi mulai kritis akibat puluhan sengatan tawon. -
Perawatan lanjutan
Setelah pemeriksaan, dokter menyarankan agar korban segera dirujuk ke RSUD Banyumas untuk perawatan lebih intensif. -
Sekitar pukul 16.00 WIB
Di RSUD Banyumas, kondisi Slamet memburuk dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia. -
Pemakaman
Jenazah Slamet dimakamkan pada pagi hari berikutnya di pemakaman setempat, meninggalkan duka bagi keluarga dan warga sekitar. **






