Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Perang Iran Vs Israel: Sudah Tersurat Dalam Quran 1400 Tahun Silam

badge-check


					H. Awar Hudiono: Mantan wartawan Kompas dan mantan Pimred Harian Surya. Foto: Dok/ pribadi Perbesar

H. Awar Hudiono: Mantan wartawan Kompas dan mantan Pimred Harian Surya. Foto: Dok/ pribadi

  • Penulis: H. Anwar Hudijono  |  Editor: Hadi S. Purwanto

KREDONEWS.COM, OPINI– Lebih 1.400 tahun yang lalu Al Quran sudah memberi penjelasan tentang drama geopolitik kawasan Timur Tengah saat ini. Hal itu tertera dalam surah Al Maidah 51 – 58.

Ada empat aktor utama dalam drama geopolitik itu. Pertama, golongan Yahudi. Kedua, golongan Kristen. Ketiga, golongan munafik (hatinya berpenyakit). Keempat golongan mukmin (beriman).

Golongan Yahudi membentuk aliansi dengan golongan Kristen. Apa semua Yahudi? tidak. Banyak Yahudi yang anti Kristen karena konsep teologi mereka yang buruk tentang Kristen. Demikian pula tidak semua Kristen. Banyak Kristen yang anti Yahudi. Yang membentuk aliansi itu adalah Zionis Yahudi dengan Zionis Kristen.

Masing-masing golongan memiliki tujuan sendiri-sendiri. Yang mengikat keduanya adalah menjadikan muslim sebagai musuh bersama. Mereka saling melindungi (ayat 51).

Muncul golongan munafik. Mereka menjadikan aliansi Zionis Yahudi dan Zionis Kristen ini sebagai “aulia” (pelindung, pemimpin, teman sejati) karena takut mendapat bencana. Mereka ini sudah menjadi Zionis juga atau boleh disebut Zionis Muslim.

“Barang siapa di antara kamu menjadikan mereka sebagai aulia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka.”

Mereka yakin akan mendapat perlindungan. Sekalipun muslim mereka lupa bahwa pelindung utama adalah Allah. Siapa saja yang mencari perlindungan kepada selain Allah itu seperti laba-laba membuat rumah. Dan selemah-lemah rumah adalah rumah laba-laba. (QS Al Ankabut 41).

Dalam konteks geopolitik sekarang siapa golongan yang hatinya berpenyakit ini? Silakan pembaca cari sendiri. Gampang kok. Semudah membedakan mana uang rupiah ratusan ribu dengan mana dua ribuan.

Golongan keempat adalah mukmin. Mereka dipilih oleh Allah untuk menggantikan muslim yang dinilai murtad. Allah mencintai mereka, dan mereka mencintai-Nya. Bersikap lemah lembut terhadap orang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang kafir. Mereka berjihad fi sabilillah. Tidak takut celaan, fitnah, di-bully. (ayat 54).

Mereka hanya mau menjadikan penolongnya adalah Allah, Rasul-Nya dan sesama golongan mukmin. Dalam konteks geopolitik sekarang golongan itu antara lain bisa terlihat pada bangsa Palestina dan Iran. Inilah rahasianya mengapa Iran tidak mau minta perlindungan Rusia dan China sekalipun menghadapi aliansi Zionis Yahudi (Israel) dan Zionis Kristen (Amerika) dan sekutunya.

Iran bisa bekerja sama dan tolong menolong dengan Rusia dan China konteksnya  adalah ta’awanu alal birri (tolong menolong dalam kebaikan).  Melawan penindas.

Ini pula jawabannya mengapa Palestina tidak mau berlindung kepada Rusia dan China untuk melawan prenindasan Israel dan Amerika. Mereka tidak mau mengorbankan akidah tauhid untuk mendapatkan dunia. Karena dunia itu terlalu kecil (QS Ali Imran 197) untuk dibeli dengan akidah.

Dan sudah terbukti. Saddam Husein meminta perlindungan Amerika saat menyerang Iran 1992-1998. Apa akhirnya? Dia bernasib seperti laron masuk rumah laba-laba. Dimangsa oleh Amerika.

Presiden Suriah Bashir Al Asad berlindung ke Rusia. Tapi saat dikudeta Rusia hanya plonga-plongo. Asad dibiarkan lari sendiri sambil nyunggi buntelan, dan sempat tidur di pasar bantalan gubis.

Shah Reza Pahlevi, penguasa Iran. Saat digulingkan oleh Gerakan Revolusi Islam yang dipimpin Ayatullah Khomeini, dibiarkan saja oleh Amerika. Sampai mati jadi “gelandangan” di Amerika.

Kini pun bisa dilihat nasib negara-negara Teluk seperti Bahrein, Qatar, UEA. Saat diserang Iran, Amerika malah mengangkut serdadu dan pesawat tempurnya dibawa pulang.

Bagaimana ending drama geopolitik ini, pernyataan Nabi Musa ini bisa dipakai referensi. Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi ini milik Allah. Diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa”.(QS Al Araf 128). Allahu a’lam.**

Anwar Hudijono, Pensiunan Wartawan Kompas dan mantan Pimred Harian Surya.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Agustiar Sabran Pamit dan Tidak Kembali, Massa Aksi Demo Segel Kantor Gubernur Kalteng

19 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (70): KKK Punya 4 Juta Anggota

19 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Kapolres Jombang Pantau Langsung Ketersediaan BBM di SPBU

19 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto saat memantau langsung ketersediaan BBM di salah satu SPBU

Jombang Bersarung Empat Hari 19-22 Oktober, Peringati Hari Santri

19 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Empat Suporter PSS Sleman Tewas Kecelakaan di Tol Madiun

19 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Arab Saudi Umumkan Perpanjangan Penutupan Bandara Riyadh

19 Oktober 2026 - 00:09 WIB

Damkar Bergerak Lagi Atasi Kebakaran Usaha Sol Sepatu Karobelah Mojoagung

18 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Trending di News