Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Pemdes Tegaldowo Blokir Jalan, PT Semen Gresik Rembang Berhenti Produksi Rumahkan 478 Karyawan

badge-check


					Pemdes Tegalboto, Rembang, Jawa Tengah menang dalam sengketa jalan melawan PT Semen Gresik, Rembang. Menyebabkan pemdes melakukan blokir jalan, sehingga kendaraan angkutan truk bahan baku tidak bisa memasok ke pabrik. Foto: rembangcyber.net Perbesar

Pemdes Tegalboto, Rembang, Jawa Tengah menang dalam sengketa jalan melawan PT Semen Gresik, Rembang. Menyebabkan pemdes melakukan blokir jalan, sehingga kendaraan angkutan truk bahan baku tidak bisa memasok ke pabrik. Foto: rembangcyber.net

Penulis: Adi Wardhono     |     Editor: Priyo Suwarno

KEDONEWS.COM, REMBANG- Pemblokiran atau pelarangan akses jalan tambang di Desa Tegaldowo, Rembang, yang berdampak pada operasional PT Semen Gresik, merupakan keputusan resmi dari Pemerintah Desa (Pemdes) Tegaldowo.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk perlawanan terhadap langkah PT Semen Indonesia yang terus mengajukan upaya hukum, termasuk kasasi ke Mahkamah Agung, dalam sengketa kepemilikan jalan yang diklaim sebagai aset desa.

Aksi blokade dilakukan oleh perangkat desa bersama warga, dan diputuskan melalui musyawarah desa (Musdes), sehingga merupakan hasil kesepakatan kolektif antara pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Kepala Desa Tegaldowo, Kundari, serta perangkat desa seperti Eko Purwanto, secara terbuka menyatakan bahwa tindakan ini adalah upaya mempertahankan aset desa dan akan terus dilakukan selama hak desa dianggap diabaikan oleh perusahaan.

Jadi, yang memerintahkan pelarangan atau blokade adalah Pemerintah Desa Tegaldowo, dipimpin oleh Kepala Desa dan didukung oleh perangkat desa serta hasil kesepakatan warga melalui musyawarah desa.

Pabrik PT Semen Gresik di Rembang, Jawa Tengah, resmi menghentikan operasional produksinya sejak 1 Juni 2025. Penghentian ini terjadi akibat pembatasan akses suplai batu kapur—bahan baku utama produksi semen—yang diberlakukan oleh Pemerintah Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang.

Efek lanjuutannya, PT Semen Gresik mulai merumahkan karyawannya sejak penghentian operasional pabrik di Rembang pada 1 Juni 2025.

Keputusan merumahkan ini diambil sebagai dampak langsung dari terhentinya produksi akibat pembatasan akses suplai batu kapur, yang terjadi sejak awal Juni 2025 setelah jalan tambang utama diblokir oleh Pemerintah Desa Tegaldowo karena sengketa aset jalan.

Sebanyak 478 karyawan, mayoritas tenaga outsourcing, mulai dirumahkan sejak tanggal tersebut dan jumlah ini bisa bertambah jika konflik tidak segera terselesaikan

Penutupan akses jalan tambang ini membuat truk pengangkut bahan baku tidak bisa keluar masuk pabrik, sehingga suplai batu kapur ke pabrik terhenti dan produksi tidak dapat berjalan.

Akar masalahnya adalah sengketa kepemilikan jalan tambang yang digunakan untuk pengangkutan bahan baku. Pemerintah Desa Tegaldowo menutup jalan tersebut karena telah dinyatakan sebagai aset desa berdasarkan dua putusan pengadilan (PTUN Semarang dan PTTUN Surabaya), dan saat ini proses hukum masih berlanjut ke tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Pihak desa menyisakan akses selebar tiga meter yang bisa dilalui truk kecil, namun pihak pabrik memilih tidak menggunakan jalur tersebut karena dianggap tidak memadai untuk kebutuhan operasional normal.

Dampak pada Karyawan
Akibat penghentian operasional, sebanyak 478 karyawan—mayoritas tenaga outsourcing—terpaksa dirumahkan sementara waktu. Jumlah ini berpotensi bertambah jika konflik tidak segera terselesaikan hingga Juli 2025.

Dampak PHK atau dirumahkannya karyawan juga dirasakan oleh warga sekitar, misalnya di Desa Tegaldowo sekitar 89 warga kehilangan pekerjaan, dan di Desa Ngampel, Blora, puluhan pekerja juga terdampak. Selain karyawan langsung, warga yang memiliki armada pengangkut atau jasa terkait operasional pabrik juga terkena imbasnya.

Manajemen PT Semen Gresik menyatakan telah melakukan penyesuaian pekerjaan, menjalin komunikasi transparan dengan para pemangku kepentingan, dan mengambil langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak terhadap karyawan, masyarakat, dan lingkungan.

Perusahaan juga memanfaatkan waktu penghentian ini untuk perbaikan sarana dan prasarana, serta memastikan ketersediaan produk bagi pelanggan selama masa transisi.

Proses hukum sengketa jalan tambang masih berjalan di tingkat kasasi. Pemerintah desa dan perusahaan sama-sama berharap ada solusi yang menguntungkan semua pihak sehingga operasional pabrik bisa kembali berjalan dan para pekerja dapat kembali bekerja.

Sementara itu, sebagian karyawan mulai mencari alternatif pekerjaan atau mengikuti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan sebagai langkah antisipasi.

Penghentian operasional PT Semen Gresik Rembang terjadi akibat konflik sengketa aset jalan tambang dengan pemerintah desa, yang berdampak langsung pada ratusan karyawan yang terpaksa dirumahkan.
Penyelesaian konflik dan proses hukum yang masih berjalan menjadi kunci agar pabrik dapat kembali beroperasi dan memulihkan nasib para pekerja serta ekonomi lokal.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Soto Ayam Golkar Rp10.000 Laris Manis, Agus Karim 8 Tahun Menggelar Jumat Legi Berkah Makan Gratis

17 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Praktek Goreng Saham, OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun kepada DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Trending di News