Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Naskah Kuno Kristen Abad 3 Terbuat dari Gulungan Perak, Butuh Alat Tomografi Terkomputasi untuk Membacanya

badge-check


					Inilah amulet naskah kuno tentang Kekristenan abad 3 yang ditemukan di pengunungan Alpen, Frankfurt, Jerman. instagram@omkviral Perbesar

Inilah amulet naskah kuno tentang Kekristenan abad 3 yang ditemukan di pengunungan Alpen, Frankfurt, Jerman. instagram@omkviral

KREDONEWS.COM, FRANKFURT, JERMAN- Sebuah amulet perak kuno yang ditemukan di Frankfurt, Jerman, telah terungkap sebagai salah satu kesaksian paling awal tentang Kekristenan di Eropa Utara, yang mendorong mundur sejarah Kekristenan di wilayah tersebut selama beberapa dekade.

Amulet tersebut, yang ditemukan pada tahun 2018 selama penggalian di pemakaman Romawi di distrik Praunheim di Frankfurt, dipresentasikan oleh kota Frankfurt dalam sebuah konferensi pers mengungkap implikasi historisnya yang signifikan.

Sebuah gulungan perak kecil, panjangnya sekitar tiga setengah sentimeter dengan dua lingkaran di atasnya, ditemukan di sebuah makam yang bertanggal antara tahun 230 dan 270 Masehi—jaman dimana ketika seseorang secara terbuka menyatakan diri sebagai seorang Kristen dapat mengancam jiwa karena penganiayaan yang terus-menerus.

Di dalam gulungan tersebut terdapat lapisan perak yang rapuh dan bertuliskan, yang dikenal sebagai “Prasasti Perak Frankfurt,” yang sangat rapuh sehingga jika dibuka gulungannya akan hancur.

Para peneliti meminta bantuan dari Pusat Arkeologi Leibniz di Mainz, di mana mereka menggunakan pemindai tomografi terkomputasi untuk membuka bungkus dan menguraikan prasasti tersebut.

Prasasti itu diawali dengan penyebutan Santo Titus, seorang murid dan orang kepercayaan Rasul Paulus, dan memuat doa kepada “Yesus Kristus, Putra Allah,” yang dimaksudkan untuk melindungi pembawanya.

Prasasti itu juga memuat Trisagion—”Kudus, Kudus, Kudus”—yang dikenal dalam liturgi Kristen pada abad ke-4 Masehi. Prasasti itu diakhiri dengan kutipan yang hampir harfiah dari himne Kristus Paulus dari suratnya kepada jemaat Filipi (Filipi 2:10-11). **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi: Semburkan Lava Pijar 15 Km

5 September 2026 - 22:22 WIB

Diseminasi 673 Vegetasi dalam Pranata Mangsa Suku Tengger di Candi Kidal Tumpang

5 September 2026 - 20:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (53): Kaum Thug Menganut Dewi Kali

5 September 2026 - 19:58 WIB

Mozza Setahun Hilang Jasadnya Ditanam di Lereng Tol, Pelaku Mahendra Anggara Ditangkap di Blora

5 September 2026 - 19:01 WIB

Gus Alex ‘Gigit’ 24 Anggota DPR: Minta Oleholeh 3.000 Riyal/ Orang Saat Kunker di Makkah

4 September 2026 - 18:00 WIB

William Gunawan Minta Bantuan Presiden Prabowo: Emas 2.2 Kg Senilai Rp6.6 Miliar Hilang di Bank BJB

3 September 2026 - 21:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 20:57 WIB

Insiden Keracunan MBG di SMPN Kabuh Jombang: 256 Siswa dan 4 Guru Dirawat, Santap Udang Saus Padang

3 September 2026 - 20:24 WIB

Pisang Cavendish Lumajang Siap Ekspor, Hong Kong dan Malaysia Jadi Sasaran

3 September 2026 - 19:03 WIB

Trending di News