Penulis: Mayang K. Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, CIREBON- Seorang perempuan warga Cirebon, Jawa Barat bernama Ali Widiastuti atau Wiwie melalui medsos pribadinya berkeluh kesah kepada Bapak Aing, Kang Dedy Mulyadi.
Ia minta tolong untuk membantu menyelesaikan persoalannya dengan seorang pria asal kamerun, yang telah menipunya hingga Rp 2,1 miliar.
Secara singkat, berkisah tentang pertemuannya dengan tersangka Heric Simphorien Mbouya (alias William Leboeuf), warga Cirebon keturunan Kamerun, secara tidak sengaja saat berolahraga di apartemen di Jakarta, mirip kronologi kasus korban WS dari Surabaya.
Tersangka mengaku berasal dari Prancis dan bekerja di Unicef untuk membangun kepercayaan, lalu meminta nomor HP dengan alasan ingin berteman dan menjelajahi Indonesia sebelum pulang.
Proses Penipuan
Hubungan berkembang cepat setelah perkenalan itu, sehingga Wiwie menyerahkan sejumlah uang dalam jumlah besar kepada tersangka, yang kemudian melakukan pemerasan dan perampokan.
Tersangka tinggal di Kedawung Regency, Cirebon, dan kasusnya belum sepenuhnya terungkap meski sudah dilaporkan ke polisi.
Pola ini serupa dengan WS yang kehilangan Rp2,1 miliar dengan cara dirampok menggunakan todongan pistol, setelah pertemuan serupa di apartemen pada September 2024, di mana tersangka menggunakan identitas palsu untuk mendekati korban. Video pernyataan Wiwie baru-baru ini menyoroti kronologi lengkap pertemuan hingga kerugiannya.
Heric Simphorien Mbouya, alias William Leboeuf, adalah pria kelahiran Kamerun yang kini berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan tinggal di wilayah Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat—khususnya Desa Kalikoa atau Kedawung Residence.
Ia menyebut bahwa Heric telah menikah seorang perempuan Cirebon, dan berubah kewargaanegaraan Indonesia, anak pengusaha perikanan yang sanhggat kaya dan sukses. Upaya memintah bantuan mereka cuma menjadi cibiran belaka.
Widiastuti menyatakan, bahkan upaya ini sekaligus untuk mencegah orang asing berbuat kejhatan di Indonesia, dan ingin menghentikan perilakunya yang kejam kepadanya.
Identitas Palsu Heric
Ia sering menggunakan nama samaran William Leboeuf atau William Lebaux, mengaku sebagai warga Prancis yang bekerja di UNICEF untuk membangun kepercayaan korban. Pelaku menikah dengan perempuan lokal di Cirebon dan menunjukkan gaya hidup meyakinkan untuk mendekati target.
Mbouya mendekati korban wanita melalui pertemuan “tak sengaja” di apartemen Jakarta, meminta nomor HP dengan dalih ingin berteman dan jelajahi Indonesia sebelum pulang ke Prancis.
Hubungan cepat berkembang menjadi “love scam”, di mana ia memeras uang besar dengan alasan investasi bisnis, hingga korban menjual aset seperti rumah dan mobil.
Korban utama termasuk WS dari Surabaya yang rugi Rp2,1 miliar sejak Desember 2024, dan Ali Widiastuti (Wiwie) yang mengalami penipuan serta perampokan serupa. WL telah melapor polisi, tapi penyelidikan mandek; ia bahkan kirim surat terbuka ke Gubernur Jabar. Status hukum Mbouya belum jelas per April 2026. **







