Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Meta akan Pasang Kabel Bawah Laut 40.000 Km dengan Investasi Rp 159 Triliun Lebih

badge-check


					Ilustrasi pemasanan kabel bawah laut. Foto: instangram@wizofai Perbesar

Ilustrasi pemasanan kabel bawah laut. Foto: instangram@wizofai

KREDONEWS.COM, AMERIKA- Meta, memulai proyek ambisius senilai 10 miliar dolar AS (sekitar Rp 156,062 triliun) untuk membangun jaringan kabel bawah laut sepanjang 40.000 kilometer milik pribadi.

Dijuluki sebagai “ibu dari semua kabel bawah laut,” upaya ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur data Meta dan menghindari risiko geopolitik yang terkait dengan rute kabel tradisional.

Rencana pembangunan kabel bawah laut oleh Meta diungkapkan melalui laporan dari TechCrunch yang mengutip sumber internal perusahaan.

Tidak seperti 16 jaringan kabel yang ada saat ini di mana Meta memiliki sebagian kepemilikan, proyek ini akan sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan, sehingga memberikan kontrol yang tak tertandingi atas aliran datanya.

Rute kabel ini dirancang untuk menghindari daerah yang rawan sabotase, seperti Laut Merah dan Laut Cina Selatan, dan sebagai gantinya menghubungkan AS, India, Afrika Selatan, dan Australia dalam konfigurasi “W”.

Meta memilih rute pembangunan kabel bawah laut yang melintasi benua-benua seperti Amerika, Afrika, dan Asia karena beberapa alasan strategis:

  1. Diversifikasi Jaringan: Dengan menghubungkan berbagai benua, Meta dapat mengurangi risiko ketergantungan pada satu jalur komunikasi. Ini penting untuk memastikan konektivitas yang stabil dan andal, terutama dalam menghadapi potensi gangguan geopolitik atau bencana alam.
  2. Permintaan Data yang Meningkat: Rute ini dirancang untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan bandwidth dan layanan internet di pasar berkembang, terutama di Asia dan Afrika. Dengan meningkatkan kapasitas jaringan di wilayah tersebut, Meta dapat mendukung pertumbuhan layanan digital dan aplikasi berbasis internet.
  3. Menghindari Ketegangan Geopolitik: Pemilihan rute yang melintasi Afrika Selatan dan India memungkinkan Meta untuk menghindari wilayah yang mungkin mengalami ketegangan geopolitik, sehingga menjaga keamanan dan keandalan infrastruktur jaringan mereka.
  4. Peningkatan Konektivitas Global: Rute ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antara negara-negara di seluruh dunia, memungkinkan pertukaran data yang lebih cepat dan efisien, serta mendukung ekonomi digital global.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, Meta berharap proyek kabel bawah laut ini tidak hanya akan meningkatkan infrastruktur mereka tetapi juga memberikan dampak positif bagi pengguna di berbagai belahan dunia.

Eksklusivitas tersebut menyejajarkan Meta dengan raksasa teknologi lainnya seperti Google, yang telah memiliki beberapa jaringan kabel pribadi. **

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banyak Polemik, Pemerintah Akan Kaji Ulang Penentuan Desil

21 Agustus 2026 - 19:19 WIB

KPK Angkut Rektor dan Wakil ke Gedung Jakarta, Hasil OTT di Unsoed Purwokerto

21 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sadis Bully Pelajar di Kebumen: Pelaku Simpan 15 Rekaman, Motif Cemburu

21 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Ferry Irwandi & Ekspedisi KitaBisa Tiba di Flores: Salurkan Donasi Rp4 Miliar untuk Korban Gempa

19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Rumahmu Bisa Jadi Server Dunia, Pasif Income Rp393 Juta/ Tahun

19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

RS Terapung Ksatria Airlangga Galang Dana Bantuan Korban Gempa Flores

19 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (49): Perang Zuku, Hingga Manusia Terakhir

19 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Sidang Daycare Little Aresha, Jaksa: Bayi Diikat, Makanan Sisa Dibubur Kembali

19 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Upacara 17 Agustusan Paling Nyeleneh: Kursi VIP di Gedung Sate untuk Petani, Nelayan, Tukang Sapu dan Rakyat Jelata

18 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Trending di News