Penulis: Eko Wienarto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, TIMOR– Warga Desa Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), dikejutkan oleh kelahiran seekor anak babi bermata satu yang terjadi pada pagi hari, Sabtu, 15 Februari 2025.
Persitiwa ini menarik perhatian, karena anak babi tersebut lahir dengan kelainan genetik yang menyebabkan hanya memiliki satu mata dan wajah yang mirip manusia.
Anak babi tersebut adalah salah satu dari tiga ekor yang dilahirkan oleh seekor babi betina milik Samuel Ledo. Dua dari anak babi itu lahir dalam kondisi normal, sementara satu lainnya mengalami kelainan yang sangat langka. Tetapi, anak babi bermata satu itu hanya bertahan hidup selama 15 menit setelah dilahirkan sebelum akhirnya dikuburkan.
Kapolsek Miomaffo Timur, Iptu Aris Salama, menegaskan bahwa kejadian ini murni disebabkan oleh kelainan genetik dan meminta agar masyarakat tidak mengaitkan peristiwa ini dengan isu-isu yang tidak benar. Kelahiran unik ini langsung menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian banyak orang.
Kejadian ini memang aneh, tapi bukan hal mistis. Anak babi ini diduga menderita Cyclopia, kondisi medis langka akibat gagalnya pembentukan dua belahan otak, yang menyebabkan mata tunggal, bentuk kepala tidak normal, dan gangguan organ lainnya.
Cyclopia adalah kelainan langka yang terjadi pada bayi baru lahir, di mana bayi terlahir dengan satu mata dan tanpa hidung, atau dengan struktur wajah yang sangat tidak normal. Kondisi ini merupakan bentuk paling parah dari holoprosencephaly, yang terjadi ketika bagian depan otak tidak terbagi menjadi dua bagian, yaitu belahan kanan dan kiri.
Penyebab pasti dari cyclopia sering kali sulit untuk ditentukan. Namun, beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kondisi ini meliputi. Banyak kasus cyclopia terkait dengan kelainan kromosom, seperti trisomi.
Faktor pendukung, karena paparan zat berbahaya seperti alkohol, obat-obatan tertentu, dan racun selama kehamilan dapat meningkatkan risiko. Infeksi pada ibu hamil, termasuk infeksi TORCH, juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan cyclopia. Ibu yang memiliki riwayat keguguran atau menderita diabetes gestasional berisiko lebih tinggi.
Gejala utama dari cyclopia adalah mata terletak di tengah wajah atau dua mata yang sangat dekat sehingga tampak seperti satu.
Tidak ada hidung atau hidung yang berbentuk seperti belalai. Masalah lain pada struktur wajah dan otak yang dapat menyebabkan komplikasi serius.
Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) saat kehamilan untuk mendeteksi tanda-tanda kelainan pada janin.
Sayangnya, bayi yang lahir dengan cyclopia sering kali tidak bertahan hidup lama. Kebanyakan bayi dengan kondisi ini meninggal dalam waktu beberapa jam hingga beberapa bulan setelah lahir. Oleh karena itu, fokus utama perawatan adalah memberikan dukungan kepada keluarga.**






