Penulis: Mayang K. Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, BANDUNG– Menara telekomunikasi penguat sinyal milik Telkomsel dan Indosat milik PT DMT roboh di kawasan Masjid Raya Al-Jabbar, Gedebage, Bandung, terjado Kamis sore 19 Maret 226.
Insiden ini terjadi akibat angin kencang disertai hujan deras atau puting beliung pada 19-20 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIB, yang juga merobohkan pohon di Jalan Soekarno-Hatta.
Hujan deras mengguyur kawasan Bandung Timur, diikuti angin ekstrem yang merobohkan tower fiber (bukan besi).
PT DMT adalah singkatan dari PT Dayamitra Telekomunikasi, yang dikenal dengan nama dagang Mitratel.
Mitratel merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi, khususnya pembangunan dan pengelolaan menara telekomunikasi (tower BTS).
Perusahaan ini mengelola lebih dari 40.000 menara di seluruh Indonesia dan melayani berbagai operator seluler termasuk Telkomsel dan Indosat.
Tower fiber optic yang roboh di kawasan Masjid Al-Jabbar dikelola oleh Mitratel untuk kedua provider tersebut.
Saksi mata seperti Amih Unun melaporkan kejadian sekitar pukul 14.30-15.00 WIB, dengan suara roboh yang keras. Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan ringan pada atap serambi masjid dan area sekitar.
Puing-puing tower dievakuasi petugas sekitar pukul 13.29 WIB, dengan pembersihan sisa reruntuhan.
Kapolsek Gedebage, Kompol Wawan Setiawan, mengonfirmasi tower berdiri sebelum masjid dan terikat kontrak dengan warga. Cuaca ekstrem menjadi penyebab utama, tanpa indikasi kelalaian struktural masjid.
Selain robohnya tower telekomunikasi, angin kencang di kawasan Masjid Raya Al-Jabbar, Gedebage, Bandung, juga menyebabkan kerusakan ringan pada beberapa bagian masjid dan sekitarnya.
Kerusakan terjadi pada seng atap serambi masjid dan beberapa tiang penyangga yang tergeser atau rusak ringan.
Dua menara di sisi kanan-kiri belakang masjid mengalami penutup fiber yang terkelupas dan terbawa angin.
Beberapa tower fiber lain di area masjid juga copot atau rusak, serta pohon-pohon di Jalan Soekarno-Hatta tumbang.
Tidak ada korban jiwa dilaporkan, dan petugas langsung evakuasi puing serta bersihkan area pada 20 Maret 2026. Kapolsek Gedebage menyatakan struktur utama masjid aman, hanya dampak cuaca ekstrem.
Kronologi Point-to-Point
-
Pukul 14:30 WIB, 19 Maret 2026: Hujan deras mulai mengguyur kawasan Bandung Timur, termasuk Gedebage dekat Masjid Al-Jabbar.
-
Sekitar pukul 14:45-15:00 WIB: Angin kencang atau puting beliung menerpa, merobohkan tower telekomunikasi fiber milik PT DMT (Telkomsel-Indosat) di kawasan masjid.
-
Saat kejadian: Suara roboh keras terdengar, saksi Amih Unun melihat material fiber (bukan besi) jatuh, juga pohon tumbang di Jalan Soekarno-Hatta.
-
Langsung setelahnya: Kerusakan ringan pada seng atap serambi masjid, dua menara samping belakang (penutup fiber terkelupas), dan tiang penyangga tergeser.
-
Sore-malam 19 Maret: Petugas Polsek Gedebage (Kompol Wawan Setiawan) konfirmasi tidak ada korban jiwa; tower berdiri sejak sebelum masjid.
-
Pagi 20 Maret 2026: Evakuasi puing selesai sekitar pukul 13:29 WIB, pembersihan area dilakukan, struktur utama masjid aman. **







