Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Makan Bergizi Rp 10.000, Megawati: Mas Prabowo, Mbok Dihitung Ulang

badge-check


					Megawati Soekarnoputri, Presiden VI RI . instagram@presidenmegawati Perbesar

Megawati Soekarnoputri, Presiden VI RI . instagram@presidenmegawati

KREDONEWS.COM, JAKARTA-  Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mendukung program makan bergizi gratis yang bakal dilaksanakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun, Megawati menyoroti anggaran program makan bergizi gratis yang disiapkan pemerintah, yakni Rp 10.000 per porsi.

“Katanya mau kasih makanan gratis, setuju saya, beneran. Tapi apa? Saya hitung, lah saya juga tukang masak kok,” ujar Megawati dalam acara peluncuran buku Pilpres 2024 oleh Todung Mulya Lubis, di Jakarta, 12 Desember 2024.

Menurut Megawati, anggaran Rp 10.000 per porsi tersebut tidak masuk akal bagi dirinya yang mengerti memasak.

Dalam sebuah acara baru-baru ini di Jakarta, ia menyerukan agar anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 10.000 per porsi dikaji ulang, dengan alasan bahwa anggaran tersebut tidak mencukupi mengingat meningkatnya biaya makanan dan biaya hidup di Indonesia.

Megawati menyatakan keraguannya mengenai kelayakan menyediakan makanan bergizi hanya dengan Rp 10.000 per porsi, dengan menyatakan, “Saya hitung, lho saya juga tukang masak kok” (Saya hitung, saya juga bisa masak) dan mempertanyakan apa yang bisa diberikan dengan jumlah sebesar itu secara realistis dalam hal gizi.

Ia menekankan bahwa jumlah tersebut tidak memadai, terutama karena harga bahan makanan pokok terus meningkat.

Terlepas dari kritiknya, Megawati menegaskan dukungannya terhadap inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan gizi di antara populasi yang rentan, termasuk anak-anak dan ibu hamil. Ia mendesak Presiden Prabowo untuk memastikan bahwa program ini efektif dan realistis dalam memenuhi kebutuhan gizi.

Menanggapi kritik tersebut, para pejabat pemerintah mengklarifikasi bahwa angka Rp 10.000 merupakan biaya produksi rata-rata dan bukan biaya konsumsi tetap.

Mereka menyatakan bahwa sumber bahan baku lokal akan membantu menekan biaya, tetapi mengakui bahwa penyesuaian mungkin diperlukan tergantung pada variasi harga di tingkat regional.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas dengan proyeksi anggaran sebesar Rp 71 triliun yang bertujuan untuk menjangkau sekitar 82 juta penerima manfaat pada tahun 2029.

Rencana ambisius ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengatasi malnutrisi di Indonesia, namun menimbulkan pertanyaan mengenai implementasi praktisnya mengingat kondisi ekonomi saat ini. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banyak Polemik, Pemerintah Akan Kaji Ulang Penentuan Desil

21 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Balik Nama Kendaraan Bekas di Jatim  Bebas Bea

21 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Segini Ancar-ancar Harga Motor Listrik Nasional

21 Agustus 2026 - 18:58 WIB

KPK Angkut Rektor dan Wakil ke Gedung Jakarta, Hasil OTT di Unsoed Purwokerto

21 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sadis Bully Pelajar di Kebumen: Pelaku Simpan 15 Rekaman, Motif Cemburu

21 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Warga RI Simpan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal, Nilainya Tembus Rp 4.460 T

20 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Guru PPPK Bisa Ikut Seleksi PNS, Purbaya Jamin APBN Aman

20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Siap-siap Kuota BBM Subsidi Turun Tajam Tahun 2027, Ini Alasannya

19 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Ferry Irwandi & Ekspedisi KitaBisa Tiba di Flores: Salurkan Donasi Rp4 Miliar untuk Korban Gempa

19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Trending di News