Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS COM, PONOROGO– Satu korban jiwa, satu luka luka serta sebuah rumah berantakan, akibat ledakan mercon mirip bom dentuman terdebgar 3 km, di Ponorogo, Jawa Timur.
Terjadi 1 Maret 2026, terjadi ledakan diduga akibat bahan mercon di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Ledakan terjadi sekitar pukul 17.00-17.15 WIB di rumah milik Ibu Minten, tepat jelang waktu Maghrib.
Suara dentuman terdengar hingga radius 3 km, menghancurkan pintu, jendela, serta genting rumah akibat tekanan udara.
Saksi mata seperti Siswanto melaporkan kondisi dua korban tergeletak di lokasi saat ia tiba.
Korban dan Identitas
* Korban tewas: Rifa (atau Refa/Rifai/R, 16 tahun), pelajar kelas 3 SMP, putra Ibu Minten, warga Desa Plosojenar. Jenazah dibawa ke RS untuk visum.
* Korban luka: Pemuda Toni/Ahmad Fatoani/Hindar Agusta), warga Morosari/Sukorejo, mengalami luka bakar parah hingga 90% dan dirawat di RSUD Bantarangin Ponorogo.
* Ibu Minten selamat tanpa luka fisik.
Penyebab Awal
Dugaan polisi, ledakan dipicu saat korban meracik mesiu petasan atau balon udara di dalam rumah yang menyimpan timbunan bahan peledak. Kepala Desa Plosojenar, Sutrisno, membenarkan kejadian setelah mendapat laporan saat acara kenduren.
Polres Ponorogo dan Polsek Sumoroto mengamankan TKP dengan garis polisi, didukung Tim Inafis untuk olah tempat kejadian perkara.
Polisi memperingatkan warga agar tidak mendekati area sterilisasi demi kelancaran penyelidikan.
Kapolres Ponorogo adalah AKBP Andin Wisnu Sudibyo, yang aktif memberikan arahan terkini seperti pada tes urine massal personel.
Kasat Lantas Polres Ponorogo adalah AKP Dewo Wishnu Setya Kusuma, tapi tidak terkait langsung dengan kasus ledakan.
Polres Ponorogo secara keseluruhan mengamankan TKP dengan Tim Inafis, tapi identitas Kasat Reskrim spesifik belum disebut eksplisit selain konteks pernyataan pasca-ledakan.
Kronologi
* Pukul 17.00-17.15 WIB: Ledakan terjadi di rumah Ibu Minten (RT 02 RW 02), saat korban diduga meracik mesiu petasan
* Segera setelah ledakan: Dua korban tergeletak di lokasi; Rifa/Refa/Reva/R (16 tahun, putra Ibu Minten, kelas 3 SMP) meninggal di tempat, sementara T/Toni (pemuda dari Morosari/Sukorejo) mengalami luka bakar parah hingga 90%; Ibu Minten selamat tanpa luka fisik.
* Beberapa menit kemudian: Saksi Siswanto (kepala dusun Pendem) tiba (jarak 500m-1km), melihat korban dan membawa Toni ke RSUD Bantarangin dengan sepeda motor; warga lain seperti Dwiyono (Sukorejo, 3 km jauhnya) merasakan getaran jendela.
* Jelang Maghrib: Kepala Desa Plosojenar Sutrisno mendapat laporan saat acara kenduren, mengonfirmasi kejadian; warga panik dan berkumpul di TKP.
* Malam hari (post-17.15 WIB): Polres Ponorogo dan Polsek Sumoroto tiba, pasang garis polisi untuk sterilisasi TKP; Tim Inafis olah tempat kejadian; jenazah Rifa dibawa ke RS untuk visum; Kasat Reskrim beri imbauan hindari buat petasan.**







