Menu

Mode Gelap

Nasional

KNKT Temukan Bahaya Mobil Listrik, Menperin Merespons

badge-check


					Mobil listrik Perbesar

Mobil listrik

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Temuan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) soal potensi risiko baru pada mobil listrik mulai memantik perhatian publik. Seiring populasi kendaraan listrik yang terus bertambah, isu keselamatan ikut mengemuka, terutama setelah KNKT menangani sejumlah kasus awal. Pemerintah pun angkat bicara untuk menanggapi hasil investigasi tersebut.

“Tapi rasio kejadiannya kan juga kecil. Jadi enggak bisa kita ambil sebagai sesuatu yang konklusif. Kan rasionya (kecelakaan) ini kan kecil sekali dibandingkan (jumlah mobil listrik),” kata Agus dalam diskusi bersama beberapa media di Bandung, Kamis (29/1/2026).

Artinya temuan KNKT perlu dilihat secara proporsional. Menurutnya, setiap teknologi baru hampir selalu diiringi fase pembelajaran, termasuk dalam aspek keselamatan. Hal ini juga pernah terjadi pada teknologi otomotif konvensional di masa lalu.

“Semua jenis teknologi kan juga pasti ada risikonya, ada risiko,” ujar Agus.

Agus menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak berhenti pada kondisi saat ini. Industri otomotif global, termasuk kendaraan listrik, terus melakukan penyempurnaan desain dan sistem keselamatan. Karena itu, ia optimistis berbagai potensi risiko yang ditemukan saat ini dapat diminimalkan seiring waktu.

“Kan teknologi akan semakin lama semakin sempurna,” ujar Agus.

Adapun KNKT mulai menemukan sejumlah risiko keselamatan baru seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Dari hasil investigasi awal, KNKT telah menangani dua kasus kendaraan listrik, meski penyebab teknis baru dapat dipastikan pada satu kasus.

KNKT bahkan menemukan satu kendaraan listrik yang benar-benar tidak dapat dibuka pintunya akibat masalah tersebut. Temuan ini mendorong KNKT untuk merekomendasikan perubahan desain keselamatan agar akses evakuasi tetap tersedia meski sistem kelistrikan mengalami gangguan.

“Kalau baterai 12 volt-nya bermasalah atau low voltage-nya bermasalah, pintu tidak bisa dibuka. Ini menjadi concern kami, karena dalam kondisi darurat pintu seharusnya tetap bisa dibuka,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polisi Sita Barang Bukti Whipe Pink N2O di Kamar Mendiang Lula Lahfah

31 Januari 2026 - 12:04 WIB

Sayap Patah, Pesawat latih TNI AL Tergelincir di Landasan Bandara Juanda

31 Januari 2026 - 11:38 WIB

Jateng Tidak Ada Gubernurnya, Akhirnya Achmad Luthfi Datangi Korban Banjir Bandang Pemalang

31 Januari 2026 - 11:13 WIB

Pemkab Gresik Terima Penghargaan Opini Kualitas Tertinggi dari Ombudsman RI

31 Januari 2026 - 10:52 WIB

Nama ‘Epstein’ Hilang dari Tiktok Amerika: Pengendali Keuangan Orang Terkaya di Dunia Termasuk Trump

31 Januari 2026 - 10:15 WIB

Ketua Spekal Joko Fattah Desak Polres Jombang selesaikan Kasus Pemukulan Kasatpol PP

31 Januari 2026 - 09:35 WIB

Anggaran Pembangunan SR Tidak Transparan, Dwi Setiawan: Nilai Belum Final tetapi Pekerjaan Jalan Terus

31 Januari 2026 - 09:14 WIB

Bayu Pancoroadi: Terbitkan 9.054 Izin Selama 2025, Pengusaha Jombang Makin Bergairah

31 Januari 2026 - 08:52 WIB

Solusi Nanik Deyang BGN: Untuk Dorong Ekonomi Lokal Sekolah

30 Januari 2026 - 22:55 WIB

Trending di Nasional