Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

KMP Tunu Pratama Jaya Karam di Selat Bali Puluhan Penumpang Belum Ditemukan

badge-check


					Tim SAR kerja skala penuh di peristiwa ini Perbesar

Tim SAR kerja skala penuh di peristiwa ini

Penulis: Yoli Andi Purnomo | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Selat Bali kembali memakan korban` Sebuah insiden tragis dilaporkan terjadi pada Kamis (3/7/2025) dini hari, ketika Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya dikabarkan tenggelam.

Berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk, kapal ini diduga mengalami kebocoran mesin fatal yang berujung pada terbaliknya kapal dan terseret arus deras sebelum akhirnya lenyap ditelan ombak. Berapa korban dalam insiden nahas ini?

Insiden ini terjadi begitu cepat, menyisakan tanda tanya besar. KMP Tunu Pratama Jaya, yang bertolak dari Ketapang, Banyuwangi pada Rabu (2/7) pukul 22.56 WIB, mulai menunjukkan masalah serius sekitar pukul 00.16 WITA. Kru kapal sempat mengirimkan sinyal darurat melalui radio maritim, melaporkan adanya kebocoran di ruang mesin.

Hanya tiga menit berselang, pada pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout atau mati total.

Situasi semakin kritis. Pada pukul 00.22 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya 3888 yang berupaya memberikan bantuan, justru melaporkan pemandangan mengerikan, kapal nahas tersebut sudah terbalik dan hanyut ke selatan di koordinat -08°09.371′, 114°25.1569′.

Sebuah kecepatan yang membuat bulu kuduk berdiri, seolah waktu tak memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk bertindak. Diperkirakan, kapal tenggelam sepenuhnya pada pukul 23.20 WIB.

Operasi SAR Skala Penuh Dimulai

Menanggapi insiden genting ini, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., selaku SAR Mission Coordinator, langsung mengerahkan tim.

Personel dari Pos SAR Banyuwangi dengan Rigid Inflatable Boat dan tim rescue dari Pos SAR Jembrana bahu-membahu melakukan pencarian di perairan Selat Bali yang gelap gulita.

“Saat ini ada tim dari Kantor SAR Surabaya yang menuju lokasi didukung KN SAR Permadi,” terang Nanang Sigit P. H., menunjukkan keseriusan upaya pencarian.

Total 65 jiwa berada di atas kapal saat musibah terjadi.

Selain itu, kapal ini juga membawa 22 kendaraan, termasuk 14 truk tronton yang memuat logistik.

Angka-angka ini menambah kekhawatiran akan skala tragedi yang terjadi di Selat Bali.

Di tengah ketidakpastian dan kecemasan, secercah harapan muncul. Pantauan awak media di Pelabuhan Gilimanuk menunjukkan bahwa empat penumpang ditemukan selamat di pesisir pantai Gilimanuk, tepatnya di belakang Jembatan Timbang Gilimanuk, sekitar pukul 04.30 WITA.

Keempat korban selamat ini ditemukan mengenakan life jaket dan menaiki sekoci, menunjukkan adanya persiapan darurat yang efektif.

Mereka sempat dibawa ke ruangan BPTD Gilimanuk sebelum akhirnya dievakuasi ke Polsek KP3 Gilimanuk untuk pendataan lebih lanjut.

Namun, bagaimana nasib puluhan penumpang dan kru lainnya? Apakah masih ada keajaiban di tengah ganasnya Selat Bali?

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati meminta masyarakat untuk bersabar dan menunggu informasi resmi, mengingat lokasi tenggelam berada di wilayah perairan Ketapang, Banyuwangi.

“Mohon bersabar, tunggu rilis resmi,” ujarnya singkat.

Publik menanti dengan cemas perkembangan selanjutnya. Apakah operasi pencarian akan membuahkan hasil positif lainnya?***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Mentan Siapkan Rp3 T Bangun Pusat Pengembangan Bibit Ayam di Malang

13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pengusaha Buka Suara Soal Pembatasan Gas Industri

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Restitusi Macet Jadi Ancaman UMKM

13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Meski Putusan MA Inkrah, Pengasuh Ponpes Mahdiy Sidoarjo Resmi Laporkan Dugaan Keterangan Palsu ke Polisi

10 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Penerimaan Cukai Rokok Elektrik Tembus Rp1,7 Triliun hingga Kuartal III/2026

9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Ramai Boikot Produk RI di Malaysia hingga Pemerintah Buka Suara

9 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Resmi Terbit! Perpres Ojol Atur Biaya Platform Maksimal 8 Persen

8 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Trending di Nasional