Menu

Mode Gelap

Headline

Kisah Konglomerat Otto Toto Sugiri Kehilangan Rp 19 Triliun Dalam Sekejab

badge-check


					Konglomerat Indonesia, Otto Toto Sugiri, pendiri perusahaan PT DCI Indonesia Tbk. PT DCI adalah perusahaan pusat data terkemuka di Indonesia. Foto: Instagram@bloombergtechnoz Perbesar

Konglomerat Indonesia, Otto Toto Sugiri, pendiri perusahaan PT DCI Indonesia Tbk. PT DCI adalah perusahaan pusat data terkemuka di Indonesia. Foto: Instagram@bloombergtechnoz

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani  |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Konglomerat Otto Toto Sugiri, pendiri PT DCI Indonesia Tbk (DCII), telah kehilangan kekayaan sebesar US$1,22 miliar atau setara dengan Rp19,83 triliun.

Penurunan kekayaan ini dilaporkan terjadi akibat penurunan harga saham DCII yang mengalami auto reject bawah (ARB) secara beruntun dan juga masuk papan pemantauan khusus dengan mekanisme full call auction.

Secara sederhana, Otto Toto Sugiri kehilangan kekayaan sebesar itu karena harga saham perusahaan yang dia dirikan, PT DCI Indonesia Tbk (DCII), turun sangat drastis dalam waktu singkat.

Saham perusahaan tersebut sempat mengalami kenaikan yang sangat tinggi hingga membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan sahamnya untuk melindungi para investor.

Namun, setelah periode kenaikan itu, harga saham DCII justru jatuh tajam dan beberapa hari berturut-turut mengalami auto reject bawah (ARB), yaitu batas penurunan harga maksimal dalam satu hari perdagangan.

Karena sebagian besar kekayaan Toto Sugiri berasal dari kepemilikan saham DCII, ketika harga saham turun sekitar 27% dalam seminggu, nilai kekayaannya juga ikut menyusut sangat besar, mencapai sekitar US$1,2 miliar atau sekitar Rp19 triliun.

Meskipun demikian, secara keseluruhan dalam tahun 2025 harga saham dan kekayaannya masih tumbuh dibanding awal tahun, tapi pergerakan harga yang sangat volatile menyebabkan nilai kekayaannya juga sangat fluktuatif dalam waktu singkat.

Jadi, penyebab utama kehilangan kekayaan ini adalah fluktuasi besar harga saham perusahaan yang dipengaruh volatilitas pasar dan mekanisme perlindungan investor dari BEI.

Meski demikian, secara year to date (sejak awal tahun), Toto Sugiri masih mencatat kenaikan harta sebesar US$9,37 miliar. Pada 31 Juli 2025, Toto memegang 29,90% saham DCII, sekitar 712,78 juta saham. Saat ini, kekayaan totalnya tercatat sebesar US$11,4 miliar setelah penurunan tersebut.

PT DCI Indonesia Tbk adalah perusahaan pusat data terkemuka di Indonesia yang didirikan oleh Otto Toto Sugiri pada tahun 2011 dan telah menjadi pemain utama dalam penyediaan layanan pusat data di Indonesia.

Kehilangan kekayaan Otto Toto Sugiri sebesar US$1,22 miliar ini terkait langsung dengan penurunan nilai saham PT DCI Indonesia Tbk di pasar modal.

Kehilangan kekayaan Otto Toto Sugiri akibat penurunan harga saham PT DCI Indonesia Tbk terjadi sekitar akhir Juli 2025.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi perdagangan saham DCII mulai 24 Juli 2025 karena terjadi lonjakan harga yang sangat signifikan sebelumnya.

Pada 23 Juli 2025, harga saham DCII mencapai Rp346.725 per saham sebelum akhirnya disuspensi pada hari berikutnya untuk melindungi investor.

Suspensi ini terjadi setelah saham mengalami kenaikan dan volatilitas yang tinggi dalam waktu singkat.
Jadi, periode penurunan tajam dan kejadian ARB itu tepat terjadi pada akhir Juli 2025.

Kronologi

Berikut kronologi penurunan harga saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang menyebabkan kehilangan kekayaan Otto Toto Sugiri:

  • Sebelum Juli 2025, saham DCII sudah mengalami kenaikan signifikan, mencapai kenaikan lebih dari 640% sejak awal tahun 2025.

  • Pada 16 dan 17 Juli 2025, saham DCII mencatat auto reject atas (ARA), yaitu kenaikan harga maksimal dalam sehari.

  • Pada 18 Juli 2025, harga saham naik 9,74%.

  • Pada 22 Juli 2025, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham DCII selama satu hari untuk “cooling down” akibat kenaikan harga yang sangat tajam.

  • Pada 23 Juli 2025, suspensi dibuka kembali, harga saham melonjak 19,99% ke level Rp288.950 per saham, dengan kenaikan kumulatif sekitar 130% dalam sebulan terakhir.

  • Pada 24 Juli 2025, harga saham DCII mencapai rekor tertinggi sekaligus harga termahal di BEI, yaitu Rp346.725 per saham, namun BEI kembali menghentikan perdagangan saham DCII karena lonjakan harga yang signifikan dan volatilitas yang tinggi.

  • Suspensi ini berlanjut beberapa hari untuk menjaga integritas pasar dan memastikan keterbukaan informasi dari perusahaan.

  • Setelah suspensi, saham DCII turun tajam (auto reject bawah/ARB) selama beberapa hari berturut-turut, menyebabkan penurunan nilai saham secara drastis dan mengakibatkan penurunan kekayaan Otto Toto Sugiri yang mayoritas berasal dari saham DCII.

  • Suspensi perdagangan saham DCII baru dibuka kembali pada 6 Agustus 2025, dengan harga yang masih tinggi dibanding sebelum tren kenaikan.

Ringkasnya, saham PT DCI Indonesia mengalami kenaikan harga yang sangat cepat dan besar, kemudian dihentikan perdagangannya sementara oleh BEI, lalu setelah dibuka kembali harga saham merosot tajam secara drastis yang menyebabkan kekayaan Toto Sugiri menyusut besar dalam waktu singkat. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Besok, Hari Terakhir Program Pemutihan Pajak Kendaraan Jatim

30 Agustus 2025 - 09:45 WIB

Polres Jombang Gelar Salat Gaib dan Doa Bersama Bersama Ratusan Ojol

30 Agustus 2025 - 09:23 WIB

Indonesia Mencekam! Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar Terjadi Pembakaran

30 Agustus 2025 - 01:11 WIB

Forum Rakyat Jombang Desak Bupati Warsubi Batalkan Kenaikan Pajak

29 Agustus 2025 - 23:48 WIB

Manik-manik Plumbon Gambang, Cor Mojotrisno dan Batik Jombang Dipamerkan di Expo CBD Tangerang

29 Agustus 2025 - 22:01 WIB

SMPN 15 Surabaya Bekali Siswa Pengetahuan Bahaya Narkoba

29 Agustus 2025 - 21:54 WIB

Peringati HUT ke-80 Kejaksaan Ziarah ke TMP, Andi Wicaksono: Wujudkan Keadilan

29 Agustus 2025 - 20:06 WIB

Baksos Kesehatan di SR Mojoagung, Pemkab Siapkan Snack dan Es Krim Gratis untuk Siswa

29 Agustus 2025 - 19:30 WIB

Aksi Solidaritas Tewasnya Affan Kurniawan, Kapolres Jombang Salat Ghoib Bersama Massa Ojol

29 Agustus 2025 - 18:56 WIB

Trending di Headline