Menu

Mode Gelap

Headline

Kewarganegaraan Dokter RS Indonesia di Gaza yang Tewas Dibom, dr Marwan Al Sultan

badge-check


					Kewarganegaraan Dokter RS Indonesia di Gaza yang Tewas Dibom, dr Marwan Al Sultan Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS, LONDON, Pasukan Israel menggempur Gaza secara brutal hingga menewaskan Direktur Rumah Sakit Indonesia, dr. Marwan Al Sultan, pada Rabu (2/7). Serangan udara itu menghantam kediamannya di kawasan Tal al-Hawa, Gaza City, dan menewaskan beberapa anggota keluarganya.

Salah satu kerabat, Ahmed Al-Sultan, mengatakan mereka menemukan jenazah Marwan, istri, dua putri, dan menantunya setelah ledakan terjadi.

Dr. Marwan adalah sumber informasi utama dari Gaza, kerap melaporkan situasi kemanusiaan kepada dunia, termasuk kepada organisasi relawan Indonesia, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Ia dikenal berdedikasi memimpin RS Indonesia meski dalam kondisi darurat akibat agresi militer Israel.

Direktur Pelindungan WNI Kemenlu RI, Judha Nugraha, menegaskan bahwa dr. Marwan bukan WNI. Hal ini juga dikonfirmasi Sekretaris MER-C, Rima, yang menyatakan bahwa dr. Marwan adalah warga negara Palestina.

Selama ini, RS Indonesia di Gaza dipimpin oleh tenaga medis Palestina. Dr. Marwan merupakan konsultan kardiologi intervensional yang bekerja sama dengan berbagai tim medis dari Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, Spanyol, Kanada, dan Maroko.

Dokter Marwan Al Sultan,

Menurut MER-C, dr. Marwan tanpa henti memberikan layanan medis penting bagi rakyat Palestina, meski RS Indonesia beberapa kali dikepung dan diserang Israel. Setiap kali pengepungan berakhir, ia segera kembali ke rumah sakit untuk melanjutkan operasinya.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut dr. Marwan sebagai simbol dedikasi dan keteguhan. Mereka mengecam serangan itu sebagai kejahatan terhadap tenaga medis.

Militer Israel mengklaim menargetkan “tokoh kunci Hamas” dan menyatakan sedang meninjau kemungkinan korban sipil. Namun, putri dr. Marwan, Lubna, mengatakan bahwa misil jet tempur F-16 menghantam langsung kamar ayahnya. Ia menegaskan ayahnya bukan bagian dari kelompok mana pun, hanya fokus merawat pasien.

Pada hari yang sama, setidaknya 139 orang tewas di Gaza dalam 24 jam akibat operasi militer Israel. Termasuk lima korban jiwa dan sejumlah anak terluka dalam serangan terhadap tenda pengungsi di wilayah al-Mawasi, Khan Younis, zona yang sebelumnya diumumkan aman oleh Israel.

Saksi mata menggambarkan suasana mencekam, dengan tenda terbakar dan anak-anak dibawa ke rumah sakit dalam kondisi berdarah. Salah satu warga menunjukkan popok bayi sambil berkata, “Apakah ini senjata?”

Pekerja Save the Children, Rachel Cummings, melaporkan bahwa anak-anak di tempat pengungsian kerap berharap mati agar bisa bertemu orang tua mereka yang sudah tewas, atau agar bisa makan dan minum.

Sementara itu, cuaca panas ekstrem di Gaza menambah penderitaan warga. Tanpa listrik, air, dan kipas angin, banyak anak-anak menangis seharian karena tak tahan panas.

Israel terus membombardir Gaza dan mengontrol bantuan kemanusiaan, meski proses perundingan gencatan senjata tengah berlangsung. Serangan Israel dimulai setelah Hamas menyerang pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang.

Sejak saat itu, ofensif militer Israel telah menewaskan lebih dari 57.000 orang di Gaza, termasuk lebih dari 15.000 anak-anak, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pasukan Penjaga Perdamaian PBB asal Indonesia Gugur di Lebanon

30 Maret 2026 - 13:13 WIB

Waspada Modus Penipuan Baru Pakai AI, Korbannya Sudah Banyak

24 Maret 2026 - 21:15 WIB

Surat dari Iblis’ Milik Biarawati Abad ke-17 Akhirnya Berhasil Diuraikan

18 Maret 2026 - 20:54 WIB

5.000 Tentara AS dari Jepang Mendarat di Timur Tengah

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Hadiah 10 Juta Dolar untuk Informasi Tokoh Senior Iran

14 Maret 2026 - 20:55 WIB

Batu Empedu Sapi Kini Lebih Berharga daripada Emas

12 Maret 2026 - 15:08 WIB

Trump Ancam Iran, Harga Minyak Turun

10 Maret 2026 - 15:56 WIB

Inter/Act: Merayakan Lintas Budaya Lewat Seni Kontemporer

7 Maret 2026 - 08:33 WIB

Fadia Arafiq Keruk Uang APBD Pekalongan Rp 46 M, Menangkan Proyek untuk PT Miliknya Sendiri

4 Maret 2026 - 19:06 WIB

Trending di Headline