Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Kemenhan: RI Akan Bangun 750 Batalion Infanteri Baru Hingga 2029, Butuh Sekitar 700.000 Personel

badge-check


					Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berpidato tentang rencana penambahan pasukan keamanan di Indonesia, hingga 2029 akan menambah 750 batalyon dari jumlah yang ada sekarangf 120 batalyon. Foto: Instagram@kumparan Perbesar

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berpidato tentang rencana penambahan pasukan keamanan di Indonesia, hingga 2029 akan menambah 750 batalyon dari jumlah yang ada sekarangf 120 batalyon. Foto: Instagram@kumparan

Penulis: Yusran Hakim  |    Editor: Priyo Suwanro

KREDONEWS,COM, JAKARTA- Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan rencana pembentukan hingga 750 batalion infanteri baru ini dalam konteks penguatan pertahanan nasional yang sedang digagas pemerintah dan akan berlangsung hingga tahun 2029.

Pemerintah Indonesia melalui TNI Angkatan Darat berencana memperkuat pertahanan nasional dengan membentuk hingga 750 batalion infanteri baru hingga tahun 2029. Setiap tahun membangun 150 batalyon baru.

Dengan penambahan ini, total batalion infanteri akan mencapai sekitar 870 batalion, termasuk 120 batalion yang sudah ada saat ini.

Proses pembangunan batalion ini akan dilakukan secara bertahap dan melibatkan koordinasi dengan berbagai instansi seperti Kementerian Pertahanan, Pemerintah Daerah, ATR/BPN, dan Perhutani, serta disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

Penambahan batalion ini merupakan bagian dari konsep pertahanan negara yang disebut optimum essential force (OEF), yang menjadi amanat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Fokus pembangunan batalion ini selain untuk memperkuat pertahanan di wilayah darat seperti perbatasan Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur, juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Rencana ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dan merupakan kebijakan pertahanan nasional yang terintegrasi dan terukur.

Selain batalion infanteri, penguatan TNI juga mencakup pengembangan satuan di matra laut dan udara sesuai kebutuhan operasional.

Jadi, dengan pembentukan 750 batalion infanteri baru, pertahanan darat Indonesia akan semakin kuat dan merata di seluruh wilayah, mendukung stabilitas keamanan dan pembangunan nasional sampai tahun 2029.​

Penjelasan resmi terkait rencana ini sempat disampaikan pada tahun 2025 dalam beberapa forum rapat koordinasi dan pernyataan resmi Kementerian Pertahanan serta TNI AD, yang dilakukan sepanjang tahun 2025 sebagai bagian dari pembahasan kebijakan pertahanan jangka menengah.

Secara spesifik, rencana ini merupakan bagian dari program yang dijelaskan dalam pembahasan resmi antara Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Kementerian Pertahanan sepanjang 2025, dan diuraikan media dalam liputan pada bulan-bulan awal hingga pertengahan 2025.

Menteri Pertahanan menyampaikan bahwa pembentukan batalion baru ini adalah bagian dari rencana lima tahun untuk memperkuat postur TNI AD, yang diatur dalam RPJMN 2025-2029.​

Berapa anggarannya? Hingga saat ini, anggaran spesifik untuk membangun 750 batalion infanteri baru oleh TNI Angkatan Darat sampai tahun 2029 masih dalam tahap kajian lintas kementerian dan lembaga.

Belum ada angka resmi yang diumumkan secara publik terkait total atau per batalion. Pemerintah dan TNI masih melakukan penyesuaian penganggaran berdasarkan kebijakan nasional, ketersediaan dana, dan kebutuhan strategis. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Praktek Goreng Saham, OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun kepada DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Trending di News