Menu

Mode Gelap

Headline

Kades Lasiman: Setidaknya 100 Ha Sawah Terendam Banjir di Gedongombo

badge-check


					Hujan deras menyebab banjir di Jombang, hal ini menyebabkan sekitar 100 hektar sawah di desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, terendam air. Dipastikan petani mengalami kerugian, karena gagal panen. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto. Perbesar

Hujan deras menyebab banjir di Jombang, hal ini menyebabkan sekitar 100 hektar sawah di desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, terendam air. Dipastikan petani mengalami kerugian, karena gagal panen. Foto: kredonews.com/ elok apriyanto.

Penulis: Elok Apriyanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Intensitas hujan tinggi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan ratusan hektare sawah terendam banjir.

Kondisi ini memicu kekhawatiran petani akan ancaman gagal panen, khususnya di wilayah Kecamatan Ploso.

Luapan Kali Marmoyo menggenangi lahan pertanian di Desa Gedongombo, Kecamatan Ploso, sehingga aktivitas pertanian terganggu.

Genangan air dilaporkan telah berlangsung selama beberapa hari dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Banjir tersebut dinilai berisiko tinggi merusak tanaman padi yang rata-rata masih berusia sekitar satu bulan.

Petani khawatir, apabila genangan air bertahan lebih dari tujuh hari, maka tanaman padi berpotensi mati dan gagal panen.

Seorang petani setempat, Andi (38), mengaku mengalami kerugian akibat banjir yang tak kunjung surut.
“Sampai sekarang belum surut. Ya sudah pasti banyak yang merugi,” ujarnya, Rabu 14 Januari 2026.

Kekhawatiran petani semakin meningkat karena sebagian besar dari mereka sebelumnya telah melakukan tanam ulang akibat banjir pada musim hujan sebelumnya.

“Di sini sudah langganan banjir. Kalau hujan deras, ancaman gagal panen itu nyata. Sebelumnya sudah kena banjir, sudah tanam ulang, sekarang banjir lagi,” kata Andi.

Sementara itu, Kepala Desa Gedongombo, Lasiman, menyebutkan sedikitnya 100 hektare sawah terdampak banjir akibat luapan Kali Marmoyo.

Lahan pertanian tersebut tersebar di lima dusun, yakni Dusun Balong, Gedong, Kalianyar, Sukoanyar, dan Kalimati, yang seluruhnya telah ditanami padi.

Menurut Lasiman, banjir akibat luapan Kali Marmoyo merupakan persoalan klasik yang hampir selalu terjadi setiap musim hujan.

Ia berharap ada penanganan serius dari pemerintah, terutama melalui normalisasi sungai, guna meminimalisir dampak banjir yang berulang.

“Harapannya segera ada tindak lanjut normalisasi sungai supaya saat hujan deras genangan cepat surut. Dampaknya bukan hanya ke lahan pertanian, tapi juga ke permukiman warga,” pungkasnya. **

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warsubi Lantik 84 Pejabat Baru di Pemkab Jombang, Bayu Pancoroadi dari PUPR Jadi Kapala DPMPTSP

15 Januari 2026 - 22:00 WIB

Kehebatan Tim SAR Gabungan: 17 Hari Tanpa Henti, Akhirnya Berhasil Temukan Jasad Syafiq di Lereng Gunung Malang

15 Januari 2026 - 18:18 WIB

2.000 Peserta Termasuk Dokter Tirta akan Tampil dalam Lelono by Mantra 2026 Lintas Alam 55 Km Tanpa Hadiah di Batu

15 Januari 2026 - 17:29 WIB

Beberapa Perwira Polres Jombang Bergeser Jabatan

15 Januari 2026 - 17:14 WIB

Dugaan Mark-Up JDU Rp 16 Miliar, Ormas Dinas Melaporkan 5 Orang Termasuk Bupati Sidoarjo ke Bareskrim

15 Januari 2026 - 17:11 WIB

Kontrak Payung ATK Kertas Resmi Ditandatangani Pemkot Mojokerto

15 Januari 2026 - 14:55 WIB

Iran Tunda Eksekusi Gantung, Setelah Ancaman dari AS, Ini Kata Donald Trump

15 Januari 2026 - 10:36 WIB

Menteri HAM Temui Pasien Keracunan MBG di Mojokerto, Natalius: Tidak Boleh Jadi Pengalang Proram MBG

15 Januari 2026 - 09:24 WIB

Antarina: Beberkan Tujuan Sekolah, Bukan Hanya Cari Nilai

15 Januari 2026 - 09:03 WIB

Trending di News