Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Keputusan Lisa BLACKPINK untuk memasukkan pakaian dalam ke dalam lini suvenir resmi mini-album solo terbarunya yang bertajuk Press Play memicu perdebatan sengit di kalangan netizen dan komunitas penggemar K-pop global.
Melalui toko online resminya, LLOUD Shop, penyanyi asal Thailand tersebut merilis produk bernama Press Play Thong, sebuah celana dalam model thong berwarna hitam dengan cetakan kata “Press” di bagian depan dan “Play” di bagian belakang yang dibanderol seharga 25 dollar AS (sekitar Rp400.000).
Langkah berani ini dinilai oleh berbagai media internasional, termasuk HK01 dan Lianhe Zaobao, sebagai sebuah lompatan yang sangat tidak biasa dan menyimpang jauh dari tradisi bisnis suvenir idola Korea yang umumnya hanya terbatas pada photocard, poster, kaus, topi, atau light stick.
Kontroversi ini mencuat ke permukaan karena sebagian besar pengamat dan netizen mempertanyakan kelayakan produk sensitif tersebut mengingat Lisa memiliki basis penggemar di bawah umur yang sangat besar di seluruh dunia.
Kritikus menilai penjualan pakaian dalam seksi secara terbuka sebagai suvenir album berpotensi memberikan dampak psikologis atau komparatif yang kurang baik bagi audiens muda mereka.
Di sisi lain, perdebatan ini juga dikaitkan oleh sebagian pihak dengan transformasi citra Lisa yang dinilai semakin dewasa dan condong ke arah kiblat pop Barat, sebuah pergeseran gaya yang terus berjalan sejak penampilannya di kabaret Crazy Horse Paris pada tahun 2023 lalu.
Meskipun demikian, gelombang pembelaan yang kuat datang dari para penggemar setia dan pencinta mode yang menilai bahwa lini suvenir tersebut sepenuhnya mencerminkan kebebasan artistik dan identitas personal Lisa yang berani serta modis.
Para pendukung menegaskan bahwa produk ini merupakan pilihan fesyen yang lumrah bagi musisi pop internasional di pasar global. Terlepas dari riuhnya pro dan kontra yang berkembang di media sosial, peluncuran lini suvenir ini berhasil menarik perhatian masif dan terus menjaga momentum perbincangan seputar proyek solo mandiri sang artis di bawah agensi barunya.****










