Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Jembatan Penghubung Desa Balongcangak Mojokerto Putus, Penyebabnya Bantalan Tersumbat Sampah

badge-check


					Jembatan Penghubung Desa Balongcangak Mojokerto Putus, Penyebabnya Bantalan Tersumbat Sampah Perbesar

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Jembatan menghubungkan Dusun Balongcangak dengan dusun Kedungudi di Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur,  putus akibat tergerus arus Sungai Sadar, Selasa, 3 Desember 2024, pukul 03.00 WIB.

Kondisi ini membuat akses warga terganggu, termasuk jalur menuju sekolah dan persawahan.

Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Yo’ie Afrida Soesetyo Djati, saat melakukan inspeksi jembatan itu,  menyebutkan, putusnya jembatan disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kondisi jembatan yang sudah rapuh dan tumpukan sampah di bawahnya.

Jembatan antardesa sepanjang 30 meter di Mojokerto, yang menghubungkan desa Kedung Gempol dengan Kebondalem, terputus pada dini hari 3 Desember 2024.

Penyebabnya adalah bantalan jembatan yang ambrol akibat sumbatan sampah, membuat sebagian badan jembatan jatuh.

Akibat putusnya jembatan ini, anak sekolah dan petani harus memutar untuk mencapai tujuan. Jembatan ini dibangun pada tahun 2008 dan memiliki lebar 2,5 meter.

Putusnya Jembatan Balongcangak di Mojokerto berdampak signifikan pada masyarakat setempat.

Kalaksa BPBD kabupaten Mojokerto Yo’ie Afrida Soesatyo Djati memeriksa jembatan Balongcangak yang roboh, akibat gerusan air sungai, Selasa, 3 Desember 2024. Instagram@kabarmojokerto

Mobilitas warga terganggu, terutama pelajar yang kini harus menempuh jarak lebih jauh untuk mencapai sekolah, dari 2 km menjadi 21 km.

Selain itu, petani juga kesulitan mengangkut hasil pertanian, yang dapat memengaruhi ekonomi lokal.

Akses ke fasilitas penting seperti pusat pendidikan dan layanan kesehatan terputus, mengakibatkan ketidaknyamanan dan potensi penurunan kesejahteraan masyarakat

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan untuk memulihkan aksesibilitas.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jangan Sampai Sidoarjo Darurat HIV- AIDS, Syaifuddin: Tiap Bulan Tambah 50 Kasus Baru

8 Juni 2026 - 17:18 WIB

Lestarikan Alam, PT Pegadaian XII Surabaya Tanam 240 Pohon Alpukat Aligator dan Tabebuya di Desa Ngijo Malang

8 Juni 2026 - 15:44 WIB

Paripurna Ranperda Penyelenggaraan Jasa, Hadi Atmaji Pimpin Sidang Warsubi Jawab Pertanyaan Dewan

8 Juni 2026 - 14:30 WIB

Mindanao Gempa Magnetudo 7.7 Guncang Indonesia Utara, Diimbau Menjauh dari Bibir Pantai

8 Juni 2026 - 12:08 WIB

Wanita Bidan Ditemukan Tewas di Saluran Air Situbondo, Pelaku Suami yang Cemburu Buta

7 Juni 2026 - 17:51 WIB

Video Viral Juragan Truk Ikat dan Pukuli Sopir Pakai Kayu, Polisi Menahan Keduanya

7 Juni 2026 - 15:56 WIB

Menelisik Akar Terorisme (13): Teror Bermotif Agama Bergejolak di Prancis

6 Juni 2026 - 19:42 WIB

Kuasa Hukum Dua Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp 1,4 Miliar Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

6 Juni 2026 - 18:56 WIB

Dewan Bahas Ranperda Miras, Kartiyono: Oplosan Sudah Sangat Berbahaya!

5 Juni 2026 - 20:14 WIB

Trending di News