Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Ini Langkah Tiga Fase Misi NASA Membangun Pangkalan Bulan Presiden Trump

badge-check


					Beginilah kampung hunian di bulan yang akan dibangun oleh NASA diberi nama: Pangkalan Bulan Presiden Trump. Foto: thetimesofindia Perbesar

Beginilah kampung hunian di bulan yang akan dibangun oleh NASA diberi nama: Pangkalan Bulan Presiden Trump. Foto: thetimesofindia

Penulis: Jocobus E. Lato   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, AMERIKA- NASA mengumumkan rencana ambisius untuk membangun “pangkalan bulan Presiden Trump” melalui 81 peluncuran roket selama 10 tahun, mulai tahun 2027.

Administrator Jared Isaacman menyebutnya sebagai pencapaian yang “hampir mustahil.” Untuk mewujudkan impian itu, NASA telah melangkah dengan program tigas fase pembangunan pangkalan bulan Presiden Trump, yaitu:

  • Fase pertama (2025-2028): 25 peluncuran, muatan 8.000 pon untuk membangun akses ke permukaan.
  • Fase kedua (2028-2032): 27 peluncuran, tujuh rover, muatan 120.000 pon untuk membangun infrastruktur dengan dua misi berawak setiap tahun.
  • Fase tiga (2033-2036): 29 peluncuran, muatan 300.000 pon termasuk habitat dan pembangkit listrik.

Namun, apakah pangkalan tersebut akan terwujud sebelum masa jabatan Presiden Trump berakhir masih sangat tidak pasti mengingat riwayat penundaan NASA.

Trump menandatangani perintah eksekutif yang menegaskan AS ingin kembali mendaratkan astronaut ke Bulan paling lambat 2028, melalui program Artemis yang sudah dicanangkan sejak masa jabatan pertamanya.

Perintah itu juga secara eksplisit meminta NASA untuk mulai membangun “elemen awal pos permanen di Bulan” pada sekitar 2030, sebagai basis untuk kehadiran jangka panjang dan persiapan menuju misi Mars.

NASA kini mengumumkan rencana investasi sekitar 20 miliar dolar AS (sekitar Rp300–340 triliun) dalam tujuh tahun ke depan untuk membangun pangkalan permanen di permukaan Bulan, yang akan ditempati secara bergantian oleh astronaut.

Proyek ini diterangkan sebagai jawaban atas perintah eksekutif Trump yang menuntut kehadiran berkelanjutan Amerika di luar angkasa dan peningkatan dominasi AS dalam kompetisi antariksa global, terutama melawan target China yang juga ingin membangun pangkalan permanen di Bulan pada 2030‑an.

NASA juga menggeser fokus dari stasiun luar angkasa di orbit Bulan (Lunar Gateway) ke pangkalan fisik di permukaan Bulan, dengan mengalihkan komponen dan teknologi dari proyek Gateway untuk mendukung infrastruktur di permukaan.

Rencana pemerintahan Trump juga mencakup kemungkinan penggunaan reaktor nuklir di orbit dan di permukaan Bulan sekitar 2030, untuk menyediakan energi besar dan stabil bagi pangkalan dan misi jangka panjang ke Mars.

Jika Anda ingin, saya bisa jabarkan juga: bagaimana tahapan Artemis, lokasi calon pangkalan (misalnya Kutub Selatan Bulan), dan bagaimana keterlibatan perusahaan swasta seperti SpaceX dalam proyek ini. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (69): Kekaisaran yang Tidak Terlihat

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Nekad Gadaikan Motor Teman, Pria Dukuhklopo Diringkus Polisi

15 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Trending di News