Penulis: Sri Muryanto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, SUMENEP- Hingga Sabtu sore (31/1/2026), belum terdapat laporan dari otoritas Pemkab Sumenep, Madura, soal kepastian mengenai proses penguburan untuk mencegah pencemaran.
Puas itu ditemukan dalam kondisi mati, di Lokasi tepat berada di bibir pantai Desa Lapa Daja, wilayah pesisir Selat Madura yang berhadapan dengan laut terbuka.
Desa ini termasuk akses terpencil di Kecamatan Dungkek, sekitar 40 km dari pusat Kabupaten Sumenep, sering dikunjungi nelayan lokal.
Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep hanya mengonfirmasi temuan pada Jumat (30/1/2026) pukul 14.41 WIB, tanpa rincian tindak lanjut evakuasi atau pemakaman.
Dalam kasus serupa di daerah lain, bangkai hiu paus biasanya dikubur di lokasi atau dipindah dengan alat berat jika membusuk, sesuai prosedur Dinas Perikanan dan Lingkungan Hidup.
Hiu paus tutul sepanjang sekitar 5 meter ini terdampar dalam kondisi mati, diduga sejak malam hari sebelum Jumat (30/1/2026), menarik perhatian warga setempat yang merekam dan membagikan video di media sosial.
Detail Fisik
-
Panjang: sekitar 5 meter, tergeletak di bibir pantai.
-
Bobot: belum disebutkan secara spesifik dalam laporan resmi atau video viral.
-
Kondisi fisik: sudah mati saat ditemukan, diduga terdampar sejak malam sebelumnya, tanpa rincian luka atau kerusakan eksternal yang dilaporkan.
Penyebab terdamparnya hiu paus bisa disebabkan hilangnya orientasi akibat perubahan arus laut ekstrem, anomali medan magnet bumi, atau cuaca buruk.
Faktor lain termasuk kondisi fisik lemah karena usia tua, sakit, tertabrak kapal, terjerat jaring nelayan, gangguan suara bawah laut, serta perubahan iklim yang memengaruhi sebaran makanan plankton.
Penyebab pasti hiu paus tutul (Rhincodon typus) terdampar di pesisir Desa Lapa Daja, Kecamatan Dungkek, Sumenep, belum diketahui secara definitif.
Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Agustiono Sulasno, menyebut kemungkinan hilangnya orientasi akibat perubahan arus laut ekstrem, anomali medan magnet bumi, atau cuaca buruk.
Perubahan iklim juga memengaruhi sebaran plankton sebagai makanan utama, sehingga hiu mendekati pantai dangkal.
Kondisi fisik lemah karena usia tua, sakit, tertabrak kapal, terjerat jaring nelayan, atau gangguan suara bawah laut bisa memicu stres dan disorientasi.
Fenomena upwelling yang membawa plankton ke permukaan sering menarik hiu ke pesisir, ditambah aktivitas manusia seperti perikanan dan polusi.
Dalam kasus serupa di daerah lain, pemerintah lokal biasanya bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Lingkungan Hidup untuk menimbun bangkai guna mencegah pencemaran, serta melakukan nekropsi sederhana untuk analisis penyebab. **







