Menu

Mode Gelap

News

Harga Migor Naik di 224 di Kabupaten dan Kota, Termahal di Puncak Intan Rp 60.000/ Litet

badge-check


					Harga Migor Naik di 224 di Kabupaten dan Kota, Termahal di Puncak Intan Rp 60.000/ Litet Perbesar

Penulis: Tanasyafira L. Tirani  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Kenaikan harga minyak goreng meluas di Indonesia, mencapai 224 kabupaten/kota berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per pekan terakhir April 2026.

Jumlah ini bertambah dari 207 wilayah sebelumnya, dengan lonjakan biaya kemasan plastik disebut sebagai pemicu utama.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan temuan ini dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri pada Senin (27/4).

“Tren Indeks Perkembangan Harga nasional secara umum melandai, dengan jumlah daerah kenaikan harga keseluruhan menyusut dari 137 menjadi 126 kabupaten/kota. Namun, minyak goreng dan gula pasir tetap menjadi sumber tekanan inflasi,” ujar Ateng.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa kenaikan ini bukan akibat kelangkaan pasokan.

“Stok barang aman, tidak ada masalah. Salah satu imbas utama karena harga plastik naik,” katanya di Jakarta pada 21 April 2026.

Data Kementerian Perdagangan per 25 April menunjukkan harga minyak goreng sawit kemasan

  • premium Rp21.889 per liter
  • minyak goreng curah Rp19.542 per liter
  • MinyaKita Rp15.889 per liter — sedikit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.

Decara nasional, harga rata-rata naik 1,21 persen dari Maret 2026.

D­isparitas harga antarwilayah semakin mencolok, terutama di wilayah timur.

Harga tertinggi mencapai Rp60.000 per liter di Kabupaten Intan Jaya, Papua, sementara Kabupaten Tolikara (Papua Pegunungan) dan Halmahera Utara (Maluku Utara) juga mengalami lonjakan di atas rata-rata, dengan inflasi masing-masing 4,79 persen dan 4,11 persen.

Pemerintah telah menjalin komunikasi intensif dengan produsen minyak goreng dan industri plastik untuk menjaga kelancaran produksi.

Meski demikian, BPS mengingatkan perlunya pengawasan ketat agar tekanan inflasi tidak meluas.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

RI Ujicoba B50 Selama 2.400 Jam pada Lokomotif Diesel KA Jurusan Lempuyangan – Jogyakarta

27 April 2026 - 18:24 WIB

HKB 2026, Pemkab Jombang Gelar Simulasi Siaga Bencana Libatkan Siswa SLB

27 April 2026 - 13:47 WIB

Harga Minyak Dunia $US 107/Barel: Beban Subsidi RI Naik Jadi Rp500 Triliun, Jepang Paling Parah

27 April 2026 - 10:40 WIB

Kiandra Gemparkan Jerez Spanyol, Start 17 Berhasil Tampil Juara I Red Bull GP Rookie Cup 2026

26 April 2026 - 21:00 WIB

Guyub Rukun Komunitas Club Sori Selenggarakan Ketupat Onthel di Desa Kedunglosari Jombang

26 April 2026 - 19:35 WIB

Terus Semburkan Lava, Gunung Merapi Berstatus Siaga III

26 April 2026 - 17:26 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri-9) Ketergantungan Massal Candu di Batavia

26 April 2026 - 16:54 WIB

Hasto Wardoyo akan Sweeping seluruh Penitipan Anak dan PAUD di Yogyakarta, Pasca Kasus Little Areshsa

26 April 2026 - 12:40 WIB

Trump Jatuh Tersandung: Damn, Carpet! Tersangka Berhasil Tetobos Top Securiy Gedung Putih Mengulang Trauma 9/11

26 April 2026 - 11:31 WIB

Trending di News