Menu

Mode Gelap

Nasional

Harga Emas Antam Berpeluang Tembus Rp 3 Juta per Gram Pekan Depan, Ini Sentimennya

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Harga emas dunia berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan sepekan ke depan, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, tensi perang dagang, serta dinamika politik Amerika Serikat.

Pada penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026), harga emas di pasar spot tercatat di level US$ 4.987,7 per ons toi yang mana menjadi posisi tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu, harga emas Logam Mulia Antam pada Sabtu (24/1/2026) berada di level Rp 2.887.000 per gram.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, & Komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, pergerakan harga emas dunia dalam sepekan ke depan akan berada dalam rentang yang cukup lebar.

Dari rentang bawah, harga emas dunia berpotensi turun ke level support di US$ 4.960,0 per ons troi dengan support harga emas Logam Mulia diperkirakan berada di kisaran Rp 2.852.000 per gram.

Namun demikian, peluang penguatan dinilai lebih terbuka. Menurut Ibrahim, apabila harga emas dunia kembali menguat, US$ 5.020,0 per ons troi berpotensi tercapai pada awal pekan.

Seiring dengan itu, harga emas Logam Mulia diperkirakan naik ke Rp 2.922.000 per gram.

Bahkan, pada skenario bullish, harga emas dunia berpeluang menguji level resistance kedua di US$ 5.100,0 hingga akhir pekan depan, dengan resistance harga emas Logam Mulia bisa mencapai kisaran Rp 3.092.000 per gram.

Ia menjelaskan, terdapat empat faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga emas dunia dan logam mulia saat ini. Pertama adalah faktor geopolitik.

Meski ketegangan terkait Greenland sempat mereda setelah adanya kesepakatan akses bersama antara Amerika Serikat dan NATO, hubungan Amerika dengan negara-negara Uni Eropa masih memanas.

“Penolakan negara-negara Eropa untuk bergabung dalam sejumlah inisiatif keamanan dan geopolitik Amerika Serikat, termasuk terkait Gaza, membuat ketidakpastian global tetap tinggi,” ujar Ibrahim, Minggu (25/1/2026).

Selain itu, situasi di Timur Tengah kembali memanas seiring merapatnya armada laut Amerika Serikat ke kawasan tersebut. Ancaman eskalasi konflik Israel-Iran, termasuk isu pengembangan reaktor nuklir, turut memperkuat sentimen safe haven terhadap emas.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga melakukan blokade minyak terhadap Kuba, yang memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin, mengingat ketergantungan Kuba terhadap pasokan minyak dari Venezuela.

Faktor kedua adalah perang dagang. Meski terdapat kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Eropa untuk tidak menggunakan jalur militer, tarif perdagangan sebesar 15% dipastikan tetap berjalan pada Februari. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan ketegangan baru dalam hubungan dagang kedua pihak.

Faktor ketiga berasal dari dinamika politik Amerika Serikat, khususnya terkait pencalonan Gubernur Bank Sentral AS. Ibrahim menilai, empat kandidat yang mengerucut, yang keempatnya merupakan figur yang dekat dengan Presiden Donald Trump.

Sementara itu, keempat dari sisi supply dan demand. Tren akumulasi cadangan emas oleh bank sentral dunia terus berlanjut. Bank Sentral China, Rusia, India, hingga Bank Sentral Eropa dan Bank of England tercatat terus menambah cadangan logam mulia sebagai langkah lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. ***

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semburkan Awan Panas 600 M, Terjadi Erupsi Gunung Merapi di Sumbar Siaga II

26 Januari 2026 - 12:37 WIB

Dilema Hukum Hogi Minaya: Niat Lindungi Istri dari Jambret Malah Jadi Tersangka

26 Januari 2026 - 11:40 WIB

Bimo 110 Menghilang, setelah Kades Gagal Mendapat Rp 200 Juta dari Gapoktan Sumbersari Jombang

26 Januari 2026 - 11:36 WIB

Siap-siap Hadapi Puncak Hujan, Wiku Diaz: Waspadai Banjir Kawasan Wonosalam dan Mojoagung

26 Januari 2026 - 11:19 WIB

Warga Jatipelem Diwek Meringkus Remaja Gangster, Bikin Onar di Perlintasan KA

26 Januari 2026 - 08:55 WIB

Polisi Merilis Daftar Nama Tujuh Orang Korban Laka Maut di Jombang

26 Januari 2026 - 07:52 WIB

KDM ke Bencana Cisarua: Kirim 1.000 Nasi Kotak, Santunan Rp 10 Juta untuk Kontrak Rumah Sementara

25 Januari 2026 - 20:07 WIB

Longsor Cisarua Bandung Barat: 82 Orang Hilang Termasuk Diduga 23 Prajurit TNI

25 Januari 2026 - 19:38 WIB

Bali Batasi Masuknya Modal Asing, PMA UMKM Mulai Usir Pemain Lokal

25 Januari 2026 - 19:34 WIB

Trending di Nasional