Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Guru Besar FIB UNAIR : Krisis Maskulinitas Harus Ditekan dengan Pentingnya Jati Diri

badge-check


					Guru Besar FIB UNAIR : Krisis Maskulinitas Harus Ditekan dengan Pentingnya Jati Diri Perbesar

KREDONEWS.COM, SURABAYA – Penelitian maskulinitas atau norma kelelakian dalam studi gender di Indonesia masih sangat kurang. Studi gender masih didominasi oleh kajian tentang perempuan dan norma keperempuanan. Studi tentang perempuan mulai marak sejak tahun 1970-an di Barat.

Sementara itu, kajian tentang kelelakian sebagai suatu kajian akademik interdisipliner tentang laki-laki dan maskulinitas juga mulai diajarkan pada universitas. Munculnya kajian feminitas dan maskulinitas sama-sama berawal dari upaya untuk melindungi hak serta menjaga kesetaraan.

Namun, kondisi yang terjadi di Barat berbeda dengan Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Nur Wulan Dra MA PhD menyampaikan orasi ilmiahnya pada Rabu (18/12/2024) di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C UNAIR.

Ia mengungkapkan bahwa kajian akademik tentang laki-laki dan maskulinitas masih sangat jarang dilakukan di universitas. “Sampai saat ini, belum ada satupun jurnal akademik yang khusus membahas tentang laki-laki dan maskulinitas. Begitu juga dengan program studi yang khusus mengkaji tentang laki-laki dan maskulinitas pada universitas di Indonesia,” ungkapnya dilansir melalui berita unair.ac.id.

Krisis Maskulinitas dan Pentingnya Jati Diri Laki-laki

Menurut Prof Wulan, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya krisis maskulinitas. Salah satunya karena situasi perekonomian yang sulit. “Ketika lowongan pekerjaan semakin sedikit dan banyak perusahaan harus gulung tikar, tidak semua laki-laki bisa bekerja menjadi pencari nafkah utama. Ini menyebabkan laki-laki tidak bisa menjalankan tugasnya,” jelasnya.

Selain itu, banyaknya bidang-bidang pekerjaan keterampilan yang terbuka untuk perempuan semakin memperparah krisis maskulinitas yang terjadi. “Situasi seperti ini bisa menjadi pemicu kuat munculnya kekerasan dalam rumah tangga, kriminalitas, dan depresi. Jika gejala tersebut muncul dalam keluarga, maka korban utamanya adalah perempuan dan anak-anak,” imbuhnya.

Menyikapi krisis maskulinitas yang terjadi, Prof Wulan menyampaikan bahwa dalam konteks masyarakat Indonesia penting untuk mempelajari secara lebih mendalam tentang apa makna atau arti menjadi laki-laki Indonesia. “Hal ini penting sebagai salah satu upaya untuk mengukuhkan jati diri laki-laki Indonesia,” sebutnya.

Prof Wulan berharap laki-laki Indonesia mampu memiliki akar ke-Indonesia-an yang kuat demi perwujudan jati dirinya. “Laki-laki Indonesia harus memiliki akar budaya yang kuat, terutama yang terkait dengan esensi dan prinsip dasar falsafah hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila,” harapnya

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Semburan Lumpur Pekat di Oro-oro Kesongo Blora Bergemuruh Mencapai 20 Meter

7 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (46): Desalines Dirangsek Hingga Mati, Christhope Bunuh Diri

7 Agustus 2026 - 18:49 WIB

Rp124 Miliar Hak 302 Anggota Tidak Cair, KPRI Sejahtera Jombang Punya Catatan Transaksi Rp248 Miliar

7 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Ruang Rahasia Gedung Yayasan Pendidikan BGC: Berisi 995 Pucuk Senjata, Ganja dan VCD Porno

6 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Viral Unggahan Yurizal, Meninggal setelah 8 Jam di IGD tak Mendapat Kamar Rawat di RSD IA Moeis

6 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Tiga Kiriman Narkoba dari Malaysia Libatkan Pilot dan Kopilot, Nilai Rp 127 Miliar

6 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (45): Orang Mapan Eropa-Amerika Isap Darah Budak

5 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Rp124 Miliar Macet di KPRI Jombang, Bupati Warsubi Copot Hartono sebagai Kepada Bapperinda

5 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Ringkus Kopilot Malaysia Bawa Narkoba, Datul Husein Kagum Sekaligus Heran kepada BC dan BNN

5 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Trending di News