Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARTA- Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan telah melakukan evakuasi delapan warganya terdampak banjir di Aceh sejak akhir November 2025, dengan tujuh dievakuasi ke Medan menggunakan pesawat kecil pihak Indonesia, sementara satu menolak evakuasi karena tinggal di hotel dengan persediaan makanan cukup dan masih sehat serta dapat dihubungi.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu juga menyampaikan belasungkawa atas bencana tersebut kepada pejabat Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui Kementerian Luar Negeri Jepang, menegaskan semua warga dalam kondisi selamat tanpa menyebutkan rencana helikopter sendiri, karena evakuasi dilakukan oleh otoritas Indonesia.
JICA (Japan International Cooperation Agency) menyatakan kesiapan bantu penanganan dan pemulihan pascabencana di Aceh, termasuk survei lapangan dan rekonstruksi infrastruktur, sebagai tindak lanjut kerja sama lama pasca-tsunami 2004.
Pemerintah Jepang mempersiapkan helikopter untuk mengevakuasi warganya yang terjebak banjir bandang di Aceh, dengan laporan menyebutkan delapan warga Jepang dalam kondisi selamat sambil menunggu proses evakuasi tersebut.
Banjir bandang melanda Aceh sejak akhir November 2025, menyebabkan ribuan warga terdampak dan akses darat terputus di berbagai wilayah, termasuk daerah pegunungan. Delapan warga Jepang terjebak di lokasi banjir, dengan satu di antaranya menolak evakuasi karena persediaan makanan masih cukup. Pemerintah Jepang bergerak cepat mempertimbangkan penggunaan helikopter khusus untuk menyelamatkan mereka, menunjukkan respons cepat terhadap situasi darurat.
Pemerintah Indonesia mengerahkan 11 helikopter TNI dan Basarnas untuk distribusi logistik dan evakuasi di Aceh serta Sumatera lainnya sejak 26 November 2025, fokus pada daerah terisolir.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menekankan kebutuhan helikopter tambahan untuk menjangkau wilayah terpencil, sementara TNI Kodam Iskandar Muda melakukan evakuasi darurat termasuk prioritas kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil. Operasi ini terus berlangsung di tengah cuaca buruk untuk meminimalkan korban jiwa.
Status Evakuasi
Tujuh warga dievakuasi ke Medan menggunakan pesawat kecil pihak berwenang Indonesia, sementara satu warga menolak evakuasi karena tinggal di hotel dengan persediaan makanan cukup dan masih dalam kondisi sehat. Mereka sempat terdampar di sebuah hotel sebelum sebagian dievakuasi.
Bencana melanda 18 kabupaten/kota di Aceh, termasuk Aceh Utara (20 kecamatan terisolir) dan Nagan Raya (jalan utama ke Kecamatan Betong Ate terputus), dengan ribuan warga terdampak sejak 25 November 2025. Semua warga Jepang dilaporkan selamat dan dapat dihubungi.
Media dan Kementerian Luar Negeri Jepang hanya menyebutkan jumlah mereka (delapan orang), kondisi sehat, serta lokasi sementara di sebuah hotel, tanpa detail pribadi untuk melindungi privasi. Satu di antaranya bahkan tidak disebutkan namanya meski menolak evakuasi karena persediaan makanan mencukupi.
Tujuh warga dievakuasi ke Medan menggunakan pesawat kecil berwenang Indonesia, sementara satu tetap di Aceh dan masih bisa dihubungi; semua dilaporkan selamat sejak akhir November 2025. JICA Jepang menawarkan bantuan pemulihan tanpa merinci identitas warga tersebut. **






