Penulis: Mayang K. Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, CISARUA- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu, 25 Januari 2026.
Ia tiba dari Jakarta via Kereta Cepat Whoosh ke Padalarang, lalu lanjut darat ke lokasi untuk memastikan penanganan cepat dan terpadu sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Wapres menekankan prioritas penyelamatan jiwa, evakuasi maksimal, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi seperti pangan, air bersih, dan layanan kesehatan, serta pencegahan bencana susulan.
Kondisi Lapangan
Posko pengungsian di Balai Desa Pasirlangu menampung 230 jiwa (90 di aula, 140 di GOR), dengan dapur umum di SD Negeri 1 Pasirlangu oleh Dinas Sosial setempat. Operasi SAR gabungan melibatkan ratusan personel Basarnas, didukung sarana udara dan darat, karena masih ada puluhan warga dalam pencarian.
Gibran meminta evaluasi alih fungsi lahan rawan dan relokasi warga terdampak, dengan perhatian khusus pada lansia, ibu menyusui, dan warga sakit. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah hadir cepat di tengah krisis.
Update Korban
Hingga Senin, 26 Januari 2026 pagi, korban tewas akibat longsor dan banjir bandang di Cisarua, Bandung Baat, mencapai 25 jenazah yang telah ditemukan dan dievakuasi, dengan 11 di antaranya berhasil diidentifikasi.
Tim DVI Polri telah mengidentifikasi 11 korban, termasuk 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh, dengan nama-nama seperti Suriana (57 tahun), Jajang Tarta (35 tahun), Dadang Apung (80 tahun), Nining (40 tahun), Nurhayati (42 tahun), Lina Ismayanti (43 tahun), M. Kori (30 tahun, potongan tangan), Al-Sumari (35 tahun), Koswara (40 tahun), Koswara (26 tahun), dan Ayu Yuniarti (31 tahun).
Masih ada sekitar 65-79 warga yang belum ditemukan dan diduga tertimbun, sementara 23 orang selamat dari 113 jiwa terdampak. Pengungsi bertambah menjadi 680 jiwa di posko seperti Balai Desa Pasirlangu.
Operasi SAR gabungan sempat dihentikan sementara malam Minggu karena kondisi lapangan, tapi dilanjutkan Senin pagi dengan ratusan personel Basarnas, TNI, Polri, dan relawan. **






