Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga
KREDONEWS.COM, POSO– Pagi ini masyarakat Poso Sulawesi Tengah, kembali dirundung keresahan setelah terjadi gempa bermagnitudo 5,8 yang memicu kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk gereja di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir.
Data dari BMKG yang disampaikan oleh narasumber Daryono mengungkapkan berbagai fakta penting mengenai gempa ini dan dampaknya.
Gempa yang mengguncang Poso pagi ini termasuk dalam kategori gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Tokoraru (Tokoraru Thrust). Dari hasil analisis mekanisme sumber, gempa ini merupakan jenis gempa dengan pergerakan naik (thrust fault), yang biasanya berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan di permukaan bumi.
Sejak pagi terjadi gempa utama M5,8 tersebut, BMKG melaporkan adanya 25 kali gempa susulan (aftershocks) yang terus dipantau untuk mengantisipasi potensi risiko lanjutan bagi masyarakat di sekitar Poso. Sebelumnya, wilayah ini juga telah mengalami dua kali gempa signifikan, sehingga warga diminta tetap waspada.
Dilaporkan pula bahwa gempa ini memicu tsunami minor dengan ketinggian sekitar 4,8 cm, berdasarkan hasil monitoring Tsunami Gauge. Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa status tsunami baru akan diumumkan apabila ketinggian gelombang mencapai 25 cm atau lebih, sehingga masyarakat belum perlu panik akan potensi tsunami besar.
Getaran dahsyat gempa ini dirasakan cukup kuat di Poso dengan intensitas V-VI MMI, yang menyebabkan beberapa kerusakan material pada bangunan. Di kota-kota sekitarnya seperti Luwu Timur, Mamuju, Masamba, Majene, Palopo, Pasangkayu, dan Polman, getaran tercatat pada level III-IV MMI, yang menyebabkan efek seperti pecahnya gerabah serta suara pintu dan dinding yang bergetar. Bahkan di wilayah Tana Toraja dan Wajo, getaran gempa sampai terasa seperti lalu lintas truk besar di dekat lokasi.
Kerusakan di Gereja Desa Masani menjadi gambaran nyata dampak gempa terhadap struktur bangunan yang tidak dirancang khusus menahan gempa. Hal ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, terutama di daerah-daerah yang rawan gempa seperti Poso.
BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap gempa susulan dan potensi tsunami pasca gempa ini, serta selalu mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.****