Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM-Gedung Terra Drone yang terletak di Kemayoran, Jakarta Pusat, terbakar pada Selasa siang (9/12). Pada sore hari, insiden ini dilaporkan menewaskan sedikitnya 20 orang.
Menurut informasi dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta yang dikutip dari berbagai sumber, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.50 WIB di gedung dengan 7 lantai yang terletak di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, itu.
Sebanyak 29 unit pemadam kebakaran dengan 101 personel dikerahkan ke lokasi.
Pada Selasa sore, upaya pemadaman masih terus dilakukan. Dalam berbagai video yang beredar, terlihat api berkobar dari lantai satu gedung tersebut, sementara lantai di atasnya mengepul asap tebal.
Sebuah video memperlihatkan para karyawan berada di atap gedung menunggu diselamatkan, sementara asap mengepul di sekeliling mereka. Tangga panjang digunakan untuk mengevakuasi para korban.
Laporan terbaru yang disampaikan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebutkan korban tewas saat ini sedikitnya berjumlah 20 orang.
“Terdiri dari 15 perempuan dan 5 laki-laki,” kata Susatyo seperti dikutip dari Kumparan.
Para korban yang diduga tewas karena kehabisan napas di tengah asap tebal dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Gedung itu dimiliki oleh Terra Drone Indonesia yang merupakan perusahaan jasa kendaraan nirawak atau drone untuk survei udara pada aplikasi industri.
Sampai saat ini belum diketahui penyebab kebakaran atau jumlah korban luka dalam peristiwa itu.
Laporan terbaru yang disampaikan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyebutkan korban tewas saat ini sedikitnya berjumlah 20 orang.
“Terdiri dari 15 perempuan dan 5 laki-laki,” kata Susatyo seperti dikutip dari Kumparan.
Para korban yang diduga tewas karena kehabisan napas di tengah asap tebal dilarikan ke RS Polri Kramat Jati.
Gedung itu dimiliki oleh Terra Drone Indonesia yang merupakan perusahaan jasa kendaraan nirawak atau drone untuk survei udara pada aplikasi industri.
Sampai saat ini belum diketahui penyebab kebakaran atau jumlah korban luka dalam peristiwa itu.








